Mengutip Reuters, informasi mengenail biaya yang dikeluarkan oleh pengembang asal China itu muncul dalam sebuah artikel peer-reviewed di jurnal akademik Nature yang diterbitkan pada Rabu (17/9/2025).
Artikel di Nature menyebutkan type R1 DeepSeek yang berfokus pada penalaran menelan biaya Rp4,56 untuk dilatih menggunakan 512 chip Nvidia H800. Informasi ini tidak dimuat dalam versi artikel sebelumnya yang diterbitkan pada Januari 2025.
Lebih jauh dijelaskan biaya pelatihan untuk large-language fashions yang mendukung chatbot AI merujuk pada pengeluaran untuk menjalankan kluster chip bertenaga tinggi selama berpekan-pekan hingga berbulan-bulan guna memproses sejumlah besar teks dan kode.
Sebelumnya, peluncuran sistem AI berbiaya lebih rendah oleh DeepSeek pada Januari lalu mendorong investor world melepas saham-saham teknologi karena khawatir type baru tersebut dapat mengancam dominasi para pemimpin AI termasuk Nvidia.
CEO raksasa AI asal AS OpenAI Sam Altman mengatakan pada 2023, pelatihan type fondasi menelan biaya jauh lebih besar dari US$100 juta atau sekitar Rp1,55 trilun, meski perusahaannya tidak pernah memberikan rincian angka untuk setiap rilis modelnya.
Selain itu, beberapa pernyataan DeepSeek mengenai biaya pengembangan serta teknologi yang digunakan dipertanyakan oleh perusahaan dan pejabat AS.
Chip H800 yang disebutkan DeepSeek dirancang oleh Nvidia untuk pasar China setelah pemerintah AS pada Oktober 2022 melarang ekspor chip AI yang lebih kuat, H100 dan A100, ke Negeri Tirai Bambu.
Pejabat AS mengatakan kepada Reuters pada Juni lalu, DeepSeek memiliki akses ke quantity besar chip H100 yang diperoleh setelah aturan pembatasan ekspor AS diberlakukan.

Tinggalkan Balasan