Kategori: maklon parfum

  • Komdigi Ungkap Replace Lelang 1,4 GHz: Masih Berjalan, Pemenang Diumumkan Oktober

    Komdigi Ungkap Replace Lelang 1,4 GHz: Masih Berjalan, Pemenang Diumumkan Oktober


    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Virtual (Komdigi) menyebutu proses lelang frekuensi 1,4 GHz masih berjalan dengan goal selesai pada Oktober 2025. 

    Direktur Jenderal Infrastruktur Virtual Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, memastikan proses lelang masih terus berjalan.

    “Masih berjalan, tetap berjalan,” kata Wayan usai rapat bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (15/9/2025).

    Dia menegaskan, pengumuman pemenang lelang tetap sesuai jadwal, yakni pada Oktober mendatang. 

    Saat ini, tahapan lelang menunggu pemasukan dokumen dari peserta, setelah sebelumnya dokumen seleksi dapat diunduh secara bold.

    “Iya, sesuai jadwal [pemenang akan diumumkan Oktober]. Sekarang menunggu pemasukan dokumen,” katanya.

    Komdigi sebelumnya resmi membuka seleksi pengguna pita frekuensi 1,4 GHz melalui Pengumuman Nomor: 1/SP/TIMSEL1,4/KOMDIGI/2025 pada 28 Juli 2025. Frekuensi yang dilelang berada pada rentang 1.432–1.512 MHz untuk layanan Time Department Duplexing (TDD) di sejumlah wilayah Indonesia.

    Pada 14 Agustus 2025, Komdigi melalui Tim Seleksi mengumumkan tujuh perusahaan yang mengambil akun e-auction sebagai syarat kepesertaan, yaitu:

    1. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

        2. PT XLSMART Telecom Sejahtera

        3. PT Indosat Tbk.

        4. PT Telemedia Komunikasi Pratama

        5. PT Netciti Persada

        6. PT Telekomunikasi Selular

        7. PT Eka Mas Republik

    Pengambilan akun e-auction dilakukan pada 11–13 Agustus 2025 di Sekretariat Tim Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 1,4 GHz, Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat. Sementara itu, dokumen seleksi dapat diunduh secara bold pada 11–20 Agustus 2025.

    Komdigi menegaskan, seleksi ini bertujuan menentukan pengguna pita frekuensi radio 1,4 GHz di seluruh regional, sesuai Peraturan Menteri Komunikasi dan Virtual Nomor 13 Tahun 2025 tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio pada pita 1,4 GHz. Seleksi ini juga ditujukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan spektrum bagi layanan akses nirkabel pita lebar.

    Melalui lelang tersebut, pemerintah berharap dapat memperluas jangkauan akses web berbasis jaringan pita lebar tetap (mounted broadband), menghadirkan layanan dengan harga terjangkau sesuai rata-rata konsumsi rumah tangga telekomunikasi di wilayah perdesaan, meningkatkan kecepatan unduh, serta mempercepat penggelaran jaringan serat optik.

    AXL Parfum

  • Nama Area .identification Sentuh 1,3 Juta In line with Agustus 2025, Tumbuh 35% YoY

    Nama Area .identification Sentuh 1,3 Juta In line with Agustus 2025, Tumbuh 35% YoY

    Bisnis.com, JAKARTA — Pengelola Nama Area Web Indonesia (Pandi) mencatat nama area .identification yang terdaftar menyentuh 1.317.633 according to 31 Agustus 2025. Naik sekitar 38% secara yr on yr (yoy) yang berjumlah 955.150 nama area.

    Pencapaian tersebut juga menandakan Pandi telah mencapai goal penjualan yang diincar dalam 8 bulan. Pandi menargetkan pada tahun ini mampu menjual 1,35 juta area.identification.

    Ketua Umum Pandi John Sihar Simanjuntak mengatakan pencapaian ini tidak lepas dari kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, seperti registrar hingga pemerintah yang bersama-sama mendukung literasi dan regulasi penggunaan area.

    “Dukungan ini menjadikan .identification tidak hanya sebagai area alternatif tetapi justru menjadi pilihan utama yang semakin diperhitungkan,” kata John dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis Selasa (16/9/2025).

    Secara terperinci, nama area .identification yang terdaftar according to 31 Agustus 2025 didominasi oleh .my.identification (467.138), disusul .identification (319.483); .biz.identification (173.865); .internet.identification (155.735); .co.identification (102.922); .sch.identification (43.291); .desa.identification (21.919).

    Kemudian, .or.identification (13.921); .ac.identification (8.889); .cross.identification (3.563); .ponpes.identification (1.211); .internet.identification (1.032); dan .mil.identification (223). Selain itu, knowledge Pandi mencatat jumlah nama area .identification terdaftar untuk tahun ini saja mencapai 396.326.

    “Pertumbuhan ini tidak sekedar soal angka, tetapi menjadi gambaran bagaimana area .identification telah diterima luas oleh berbagai kalangan mulai dari pelaku usaha kecil hingga perusahaan besar, lembaga, komunitas dan lain sebagainya,” jelas John.

    Saat ini, Pandi menyiapkan langkah baru dengan menghadirkan 2d Stage Area (SLD). Dua diantaranya adalah SLD Internationalized Area Title (IDN) Aksara bali dan .ai.identification.

    John berharap kehadiran kedua area ini dapat membuka ruang lebih luas bagi masyarakat, baik dari sisi pelestarian budaya maupun pengembangan teknologi, serta menjadi sarana untuk memperkuat identitas virtual Indonesia di kancah world.

    Untuk .ai.identification, pencanangannya akan dilakukan bersama Korika pada gelaran AI Innovation Summit (AIIS) yang digelar hari ini, Selasa 16 September 2025.

    Area ini dirancang untuk mendukung ekosistem kecerdasan buatan (AI) di Indonesia, sehingga dapat dimanfaatkan oleh para pelaku industri, peneliti, get started up, maupun komunitas yang bergerak di bidang teknologi.

    Dengan adanya .ai.identification, Indonesia diharapkan mampu menjadi wadah identitas yang kredibel bagi para innovator. Sementara itu, SLD IDN Aksara Bali disebut akan menjadi salah satu inovasi penting yang memadukan kearifan lokal dengan identitas virtual nasional.

    Kehadirannya bertujuan memberikan ruang bagi masyarakat Bali, komunitas budaya, akademisi, maupun institusi lokal untuk mengekspresikan identitasnya dengan cara yang unik dan otentik.

    Setelah pencanangannya pada 2024, PANDI secara berkelanjutan bekerjasama dengan Universitas Udayana untuk menyiapkan SLD IDN Aksara Bali bagi pendaftaran oleh masyarakat luas. Dalam hal ini, Universitas Udayana akan berperan sebagai Registrar Khusus SLD IDN Aksara Bali.

    “Dengan hadirnya area baru, masyarakat memiliki peluang lebih luas untuk mengekspresikan diri menyesuaikan digitalisasi tetapi tetap mengedepankan kearifan lokal,” ujarnya.

    Inisiatif ini, tambah John, diharapkan dapat mendorong lahirnya ekosistem virtual yang lebih inklusif, beragam, dan mampu menjembatani antara inovasi masa depan dan kekayaan warisan budaya Indonesia.

    AXL Parfum

  • Peta Jalan AI Berjalan Lambat, Korika Singgung Banyak Kepentingan

    Peta Jalan AI Berjalan Lambat, Korika Singgung Banyak Kepentingan

    Bisnis.com, JAKARTA— Roadmap Kecerdasan Buatan (Synthetic intelligence/AI) Nasional 2025–2045 yang semula ditargetkan meluncur pada pertengahan Juli 2025, mundur dari jadwal dan kini diharapkan dapat terbit bulan ini. Peta jalan tak kunjung muncul pada 4 bulan terakhir 2025.

    Ketua Umum Kolaborasi Riset dan Inovasi Kecerdasan Artifisial Indonesia (Korika), Hammam Riza, mengatakan penyusunan peta jalan AI membutuhkan waktu lebih lama karena harus menampung berbagai masukan publik.

    Dia menegaskan, proses tersebut bukan hambatan, melainkan bagian penting untuk memperkuat substansi kebijakan.

    “Jadi kan banyak worry terkait dengan peta jalan ini. Masukan-masukan yang diberikan selama konsultasi publik itu masih harus dicerna, harus diadopsi lagi ya,” kata Hammam ditemui usai acara peluncuran KChat di Jakarta pada Selasa (16/9/2025).

    Hammam menuturkan, masukan yang diterima berasal dari berbagai pihak, mulai dari organisasi masyarakat sipil, kalangan akademisi, hingga unsur multiheliks lainnya. Semua pandangan tersebut, menurutnya, penting untuk didengar dan ditindaklanjuti dalam penyusunan peta jalan AI.

    Dia memastikan inisiatif perumusan peta jalan ini sudah berjalan melalui mekanisme izin prakarsa, sehingga tinggal menunggu tahapan berikutnya hingga menjadi peraturan presiden.

    “Tetapi prakarsa inisiatif, prakarsanya, izin prakarsanya itu sudah ada. Untuk mendorong peta jalan itu menjadi rancangan peraturan presiden. Jadi bukan berarti prosesnya terhambat ya, karena ini satu diskusi ting-teng. Mikirin lagi lebih element apa hal-hal yang ini,” jelasnya.

    Sementara itu, Sekretaris Jenderal Korika, Oskar Riandi, menyoroti urgensi regulasi AI di tengah perkembangan teknologi yang lebih cepat dibandingkan payung hukumnya. Dia menyebut, pemerintah sejauh ini telah menyediakan ruang uji coba atau regulatory sandbox di sejumlah sektor.

    “Ketika kecepatan teknologi melebihi kecepatan daripada regulasinya, pemerintah sudah mewadahi dengan membuat regulatory sandbox, terutama aplikasi-aplikasi AI yang berhubungan dengan nyawa, dengan kesehatan, itu Kemenkes sudah ada,” kata Oskar.

    Menurutnya, mekanisme serupa juga berlaku untuk bidang lain yang menyangkut keamanan information hingga informasi rahasia. Meski demikian, Oskar menekankan bahwa peta jalan AI tetap penting agar semua pelaku memiliki arah pengembangan yang jelas.

    “Kami berharap bahwa peraturan pemerintah ini segera terbit, supaya kita semua yang bergerak ke bidang AI ini punya guiding principle, punya arah acuan yang harus kita tuju untuk mengembangkan aplikasi,” ujarnya.

    Oskar juga menggarisbawahi pentingnya dukungan pemerintah dalam memperkuat ekosistem AI nasional agar mampu bersaing, setidaknya di tingkat regional.

    “Kita mungkin tidak international. Kita mengharap bahwa 2030 ini kita juaranya di regional. Itu yang mudah-mudahan dari kami komunitas dan mungkin juga startup-startup atau perusahaan-perusahaan di bidang AI itu bisa juga dirangkul oleh pemerintah atau diwadahi dengan beberapa macam regulasi,” pungkasnya.

    AXL Parfum

  • Riset: Warga RI Suka Belanja di E-Trade karena Murah dan Mudah

    Riset: Warga RI Suka Belanja di E-Trade karena Murah dan Mudah

    Bisnis.com, JAKARTA – Riset terbaru YouGov mengungkapkan e-commerce Indonesia berada di peringkat kedua sebagai pasar paling dinamis di dunia dalam hal preferensi belanja bold (on-line) dari overall 55 pasar international – di bawah China dan di atas India.

    Alasan utama konsumen Indonesia lebih memilih belanja on-line dibanding toko fisik adalah: harga lebih murah (68%), lebih banyak pilihan (57%), promo/deal/sale (48%), lebih mudah/nyaman (47%), dan layanan pengiriman (46%).

    Basic Supervisor YouGov Indonesia & India Edward Hutasoit mengatakan pertumbuhan transaksi dan pengguna berjalan beriringan dengan perubahan preferensi konsumen.

    “Konsumen kini lebih cerdas, lebih selektif, dan menuntut price for cash lebih besar, kecepatan pengiriman, serta personalisasi lebih baik. Platform dan penjual harus cepat beradaptasi untuk memenuhi ekspektasi ini,” ujar Edward dalam siaran pers, Selasa (16/9/2025).

    Market tetap menjadi kanal utama penemuan produk, sedangkan preferensi kanal kedua berbeda menurut generasi; Gen Z mengandalkan influencer, Millennials pada ulasan produk, dan Gen X pada rekomendasi keluarga atau teman.

    Riset tersebut menyebutkan 2 hal yang menjadi faktor berpengaruh. Pertama, price for cash. Worth for cash tidak lagi sekadar harga murah. Namun, konsumen mempertimbangkan harga produk, ongkos kirim, kecepatan pengiriman, serta keseluruhan pengalaman belanja.

    YouGove menemukan 2 dari 3 konsumen menyebut ongkos kirim tinggi dan waktu pengiriman lama sebagai kekhawatiran utama. Lalu, 79% konsumen on-line selalu mencari promo saat berbelanja, dengan free of charge ongkir sebagai insentif paling dicari sekaligus jawaban atas kekhawatiran utama mereka.

    Sebanyak 1 dari 4 konsumen juga merasa algoritma rekomendasi produk masih belum sesuai selera, meski mereka lebih responsif terhadap iklan yang dipersonalisasi.

    Kedua, video. Riset YouGov menyebut konsumsi video on-line di Indonesia sangat tinggi, dengan video pendek bertema hiburan, komedi, dan kuliner sebagai style paling digemari.

    Adapun, preferensi konten berbeda menurut generasi. gen Z memiliki preferensi fesyen dan kecantikan setelah hiburan/komedi; gen X kesehatan dan kebugaran setelah hiburan dan kuliner; serta millennials bisnis dan keuangan.

    Bagi platform e-commerce dan emblem, konten video disebut dapat menjadi kanal pemasaran yang efektif.

    Misalnya, konten kuliner untuk promosi bahan makanan/peralatan dapur; konten fesyen dan kecantikan untuk produk market untuk gen Z; dan konten finansial untuk produk gaya hidup dan kebutuhan sehari-hari

    “Seiring dengan konsumen Indonesia semakin nyaman berbelanja on-line, emblem dan platform harus terus berevolusi. Survei ini dirancang untuk membantu mereka menghadirkan pengalaman belanja yang non-public dan relevan, menyesuaikan strategi dengan perilaku tiap generasi, serta mengintegrasikan konten kreatif sebagai sarana pemasaran,” tutup Edward.

    AXL Parfum

  • Yandex Ekspansi ke Indonesia, Bawa Fitur Pencarian Berbasis AI

    Yandex Ekspansi ke Indonesia, Bawa Fitur Pencarian Berbasis AI

    Bisnis.com, JAKARTA—  Perusahaan teknologi international, Yandex, resmi meluncurkan layanan pencarian berbasis kecerdasan buatan (AI) yang kini hadir dengan dukungan penuh bahasa Indonesia.

    Layanan tersebut dapat diakses secara free of charge melalui halaman utama yandex.com.

    CEO Yandex Seek Global, Alexander Popovskiy, mengatakan Yandex Seek dengan AI tidak hanya menampilkan daftar tautan, tetapi mampu menyajikan jawaban terperinci, ringkasan informasi dari berbagai sumber terpercaya, serta dilengkapi dengan tautan referensi agar pengguna dapat memverifikasi fakta secara mandiri.

    “Mesin pencarian trendy sudah tidak bisa lagi sekedar menampilkan deretan tautan tetapi juga harus bisa memahami intensi pengguna, memberikan jawaban yang komprehensif sekaligus mencerminkan budaya dan konteks lokal,” kata Alexander dalam acara AI Innovation Summit (AIIS) 2025 di Jakarta pada Selasa (16/9/2025).

    Yandex Seek dengan AI diklaim memiliki kelebihan dalam menjawab pertanyaan kompleks yang hanya bisa dijawab dengan menggunakan lebih dari satu sumber.

    Pengguna dapat mengajukan pertanyaan seperti percakapan alami, sehingga mereka pun menjadi lebih mudah mengajukan pertanyaan berdasarkan apa yang mereka pertama pikirkan. Kemudian layanan ini akan mengolah proses pencarian secara efisien.

    Sejumlah contoh pertanyaan yang kompleks ini antara lain adalah pertanyaan tentang peninggalan Raden Saleh, makna budaya wayang kulit, atau apa yang membuat hidangan rendang unik.

    Selain itu, AI Yandex juga mendukung tugas multi-langkah (multi-step) dengan konteks yang lebih kaya. Misalnya, membantu pengguna merencanakan liburan keluarga ke Raja Ampat atau menemukan air terjun tersembunyi terbaik di Bali.

    Untuk memperluas eksplorasi, pengguna bisa mengaktifkan mode percakapan AI secara guide melalui tab khusus di bawah kolom pencarian. Mode ini memungkinkan pertanyaan lanjutan tetap terhubung dengan konteks awal percakapan.

    Menurut Popovskiy, tujuan peluncuran fitur ini adalah memangkas waktu yang dibutuhkan pengguna dalam mengambil keputusan.

    “Sekaligus mendorong transformasi cara masyarakat Indonesia mencari informasi dan belajar di generation virtual,” katanya.

    Sejalan dengan peluncuran tersebut, pemerintah Indonesia pun memberikan apresiasi.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut langkah Yandex sebagai dukungan nyata terhadap ekosistem virtual nasional.

    “Kecerdasan artifisial merupakan pilar kunci bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan transformasi virtual Indonesia. Kami menyambut baik inisiatif dari Yandex, yang tidak hanya membawa teknologi kelas dunia ke Indonesia tetapi juga berfokus pada pengembangan talenta virtual lokal. Kontribusi ini secara langsung mendukung tujuan kami untuk menciptakan ekonomi yang kompetitif dan inovatif di masa depan,” tutur Airlangga.

    AXL Parfum

  • Nvidia Gandeng Intel Siapkan US$5 Miliar, Garap Chip PC dan Knowledge Heart

    Nvidia Gandeng Intel Siapkan US$5 Miliar, Garap Chip PC dan Knowledge Heart

    Bisnis.com, JAKARTA — Nvidia berencana menggandeng Intel dengan melakukan investasi sebesar US$5 miliar untuk mengembangkan chip PC dan pusat knowledge.

    Dilansir dari Reuters, Jumat (19/9/2025), aksi korporasi tersebut akan langsung menjadikan Nvidia salah satu pemegang saham terbesar Intel. Suntikan modal dari Nvidia menjadi peluang baru bagi Intel usai upaya pemulihan selama bertahun-tahun gagal membuahkan hasil. Hal ini memicu lonjakan saham produsen AS tersebut hingga 25%.

    Intel baru saja menunjuk Lip-Bu Tan sebagai CEO baru pada Maret 2025. Sayangnya, dia langsung mendapat kecaman dari para pejabat terpilih AS, termasuk Presiden Donald Trump, yang memintanya untuk mengundurkan diri karena kekhawatiran tentang hubungannya dengan China.

    Hal itu menyebabkan pertemuan yang diatur dengan cepat di Washington yang berakhir dengan kesepakatan tidak biasa dari Intel untuk memberikan AS sebesar 10% saham di perusahaan tersebut.

    CEO Nvidia, Jensen Huang mengatakan pemerintahan Trump tidak terlibat dalam kesepakatan kemitraan tersebut, tetapi akan memberikan dukungan. Huang terlihat bersama Trump dan para pemimpin bisnis lainnya selama kunjungan kenegaraan Presiden AS ke Inggris.

    Kesepakatan baru ini mencakup rencana bagi Intel dan Nvidia untuk bersama-sama mengembangkan chip PC dan pusat knowledge, tanpa melibatkan bisnis manufaktur kontrak Intel, yang dikenal sebagai foundry.

    Namun, bisnis foundry Intel akan memasok prosesor pusat dan kemasan canggih untuk produk gabungan tersebut. Huang mengatakan perusahaannya terus mengevaluasi teknologi foundry Intel dan telah bekerja sama dengan pesaingnya selama hampir satu tahun.

    Mayoritas analis percaya bahwa agar foundry Intel dapat bertahan, mereka perlu mendapatkan pelanggan besar seperti Nvidia, Apple, Qualcomm atau Broadcom.

    AXL Parfum

  • Huawei Siap Rebut Pasar Nvidia di China Lewat SuperPoD Interconnect

    Huawei Siap Rebut Pasar Nvidia di China Lewat SuperPoD Interconnect

    Bisnis.com, JAKARTA — Raksasa teknologi asal Shenzhen, Huawei, resmi meluncurkan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) terbaru dalam konferensi tahunan Huawei Attach, di tengah larangan Nvidia berjualan di negeri Tirai Bambu.

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mempersulit langkah Nvidia untuk berjualan di China, yang merupakan kompetitor AS dalam hal teknologi dan perdagangan.

    Sementara itu, kehadiran infrastruktur AI baru Huawei dipandang sebagai upaya strategis untuk memperkuat daya saing perusahaan menghadapi dominasi Nvidia.

    Dilansir dari Techcrunch, Jumat (19/9/2025) Huawei memperkenalkan SuperPoD Interconnect, sebuah teknologi interkoneksi berperforma tinggi yang mampu menghubungkan hingga 15.000 unit kartu grafis, termasuk chip AI buatan Huawei seri Ascend.

    Dengan solusi ini, Huawei ingin memberikan akses komputasi lebih masif bagi pengembang dan perusahaan yang membutuhkan tenaga pemrosesan besar untuk melatih serta mengembangkan sistem AI berskala besar.

    Teknologi tersebut disebut-sebut sebagai pesaing NVLink milik Nvidia, yang saat ini menjadi standar industri untuk komunikasi berkecepatan tinggi antar prosesor grafis. Meski chip AI Huawei masih dinilai lebih rendah dalam hal performa individu dibanding GPU Nvidia, kemampuan untuk menggabungkannya dalam jumlah besar diyakini akan mengurangi kesenjangan daya komputasi.

    Peluncuran ini juga bertepatan dengan momentum penting: sehari sebelumnya, pemerintah Tiongkok memutuskan untuk melarang perusahaan teknologi domestik membeli perangkat keras Nvidia, termasuk server RTX Professional 600D yang khusus dikembangkan untuk pasar China.

    Larangan tersebut mempersempit ruang gerak Nvidia di pasar terbesar dunia sekaligus memberikan celah bagi Huawei untuk memperkuat posisinya sebagai pemasok alternatif teknologi AI dalam negeri.

    Dengan strategi ini, Huawei tidak hanya berusaha menutup celah performa dengan Nvidia, tetapi juga mendukung ambisi Beijing dalam membangun kemandirian teknologi, terutama di sektor semikonduktor dan kecerdasan buatan yang dianggap strategis bagi masa depan ekonomi dan pertahanan nasional.

    Pasar Nvidia yang Hilang di China

    Leader Govt Officer (CEO) Nvidia Jensen Huang mengatakan jika tidak terkendala aturan ekspor, China berpotensi menjadi pasar senilai US$50 miliar bagi perusahaannya.

    “Pasar China bisa mencapai US$50 miliar setahun jika kami diperkenankan menjual produk kompetitif,” kata Huang dikutip dari Check in, Kamis (28/8/2025).

    Nvidia mengungkap hingga saat ini masih harus menunggu persetujuan Washington untuk mengekspor AI generasi terbaru Blackwell ke pasar China. Produk chip sebelumnya, yakni H20, juga belum bisa menembus pasar Negeri Tirai Bambu lantaran izin ekspor yang berlarut-larut.

    Meskipun sejumlah pelanggan di China telah memperoleh lisensi beberapa pekan terakhir, Nvidia mengakui tidak ada satu pun unit H20 yang berhasil dikirim. Pemerintah AS juga meminta potongan 15% dari setiap transaksi berlisensi, namun belum ada kejelasan aturan tertulis mengenai pungutan tersebut.

    Menurut Nvidia, bila hambatan regulasi dapat diselesaikan, tambahan pendapatan sebesar US$2 miliar – US$5 miliar dapatdiraih di luar proyeksi kuartal III yang kini dipatok mencapai US$54 miliar.

    AXL Parfum

  • Zuckerberg Ingin Singkirkan HP iPhone Cs, Rilis Meta Ray-Ban Seharga Rp13,2 Juta

    Zuckerberg Ingin Singkirkan HP iPhone Cs, Rilis Meta Ray-Ban Seharga Rp13,2 Juta

    Bisnis.com, JAKARTA — Meta meluncurkan kacamata pintar AI Meta Ray-Ban Show untuk menantang dominasi Apple dan Android. Kaca mata pintar yang dilengkapi teknologi kecerdasan buatan (AI) itu juga diharapkan mampu menggantikan perangkat smartphone.

    Dalam ajang Meta Attach 2025, CEO Mark Zuckerberg menyampaikan ambisinya untuk menghapus smartphone yang sering membuat manusia abai dengan kehadiran sosial.

    Mark menghadirkan kacamata AI yang langsung menampilkan notifikasi, pesan, navigasi, hingga are living translation di sudut mata pengguna.

    Dengan desain klasik Ray-Ban dan layar Heads-Up Show (HUD) monokular berwarna penuh, Meta Ray-Ban Show membawa privasi dan kemudahan tanpa mengorbankan gaya. Kecerahan layar mencapai 5.000 nits, memadukan pengalaman virtual dan fisik yang “nyaris seamless”.

    Techcrunch pada Jumat (19/9/2025) melaporkan hal yang membuat perangkat ini menjadi spesial adalah gelang Neural Band yang mendeteksi sinyal otot-otak (EMG), memungkinkan pengguna “mengetik di udara” hingga 30 kata according to menit—nyaris menyamai kecepatan mengetik di layar smartphone, tanpa suara atau sentuhan fisik.

    Model menggunakan Kacamata AI Meta Ray
    Style menggunakan Kacamata AI Meta Ray

    Teknologi ini menampilkan aplikasi Meta seperti Instagram, WhatsApp, dan Fb langsung di lensa, menerima panggilan video, mengatur musik, hingga menampilkan subtitle dan terjemahan real-time.

    Navigasi pejalan kaki bisa dipantau tanpa membuka peta di ponsel. Semua kontrol dilakukan hanya dengan gerakan jari, sentuhan minim, dan tanpa mengganggu aktivitas sosial. Bahkan, perangkat ini ramah difabel berkat ketepatan EMG dan hadir dalam tiga ukuran tahan air IPX7.

    Meta Ray-Ban Show dibanderol US$799, setara Rp13 jutaan, dan siap dipasarkan di AS mulai 30 September 2025.

    Mark secara terang-terangan menggunakan ide “teknologi yang tak mencuri perhatian”, membalikkan citra smartphone sebagai penghalang interaksi, dan menggiring tren budaya baru: dari menggeser layar ponsel hingga menggeser dunia lewat lensa kacamata pintar.

    Dengan investasi lebih dari US$70 miliar dolar sejak 2020, Meta mempertaruhkan masa depan perusahaan pada Ray-Ban Show setelah “metaverse gagal”, menempatkan perangkat ini sebagai jembatan ke technology tanpa smartphone.

    AXL Parfum

  • Akademisi Sebut Akun Bot Banyak Sebar Hoaks

    Akademisi Sebut Akun Bot Banyak Sebar Hoaks

    Bisnis.com, SURABAYA – Pakar Kebijakan Media dan Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Titik Puji Rahayu angkat suara mengenai rencana Kementerian Komunikasi dan Virtual (Komdigi), yang tengah mempelajari penerapan kebijakan satu orang satu akun media sosial.

    Titik menjelaskan, bila nantinya kebijakan tersebut benar-benar direalisasikan, maka akan berpotensi besar memangkas penyebaran informasi positif. Menurutnya, media sosial bukan hanya sebagai sarana penyebaran hoaks semata, melainkan juga menjadi medium penyebaran informasi yang bermanfaat dan dapat memberdayakan masyarakat.

    “Hal lain yang juga menjadi poin kritik, kalau berpikir bahwa mengurangi akun akan mengurangi penyebaran hoaks itu seolah-olah cara berpikirnya bahwa satu akun hanya akan menyebarkan satu hoaks, padahal satu akun bisa menyebarkan ratusan ribuan hoaks. Jadi ini yang jadi unit analisisnya itu akunnya atau jumlah hoaksnya?,” tegas Titik, Jumat (19/9/2025).

    Lebih lanjut, Titik menegaskan bahwa wacana tersebut belum dapat menyentuh akar permasalahan. Menurutnya, fakta yang terjadi menunjukkan bahwa penyebaran hoaks atau mis-informasi sebagian besar disebabkan oleh bot, bukan akun organik milik manusia.

    Dia pun menilai bahwa pendekatan oleh pemerintah selaku regulator justru kurang efektif dan akan menghukum kelompok yang salah.

    “Jadi yang banyak menyebarkan hokas itu biasanya adalah bot, tapi kenapa yang dihukum justru manusia, di mana dia bukan merupakan bot atau automatic social media in device. Jadi sebuah aplikasi yang dirancang untuk berperilaku di media sosial seolah-olah dia manusia, padahal sebetulnya adalah instrument,” tegasnya.

    Titik juga menyebutkan bahwa kebiasaan masyarakat yang memiliki banyak akun media sosial dipandangnya sebagai hal yang wajar dan umumnya memiliki tujuan yang spesifik sesuai dengan kegunaanya masing-masing.

    “Maka mereka punya suatu akun yang memang mereka tujukan untuk merepresentasikan citra profesional mereka. Di sisi lain mereka juga punya akun yang itu sifatnya untuk pertemanan, di mana mereka lebih lugas menyampaikan mereka dengan apa adanya,” jelasnya.

    Untuk itu, Titik pun menawarkan sebuah solusi yang lebih elementary kepada pemerintah. Menurutnya, masyarakat yang sejahtera dan teredukasi dinilai akan lebih kebal terhadap misinformasi dan tidak mudah menyebarkan hoaks.

    “Justru pemerintah perlu menggenjot edukasi kepada masyarakat agar mereka tidak sembarangan menyebarkan informasi jika mereka tidak memahami informasi,” terangnya.

    Titik juga mengajak pemerintah untuk dapat lebih berpihak dan memalingkan fokus dan pekerjaannya dalam upaya pengembangan industri virtual nasional yang dapat membuka banyak lapangan pekerjaan.

    “Saya rasa pemerintah lebih baik fokus membangkitkan industri media virtual, sehingga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia. Benefitnya bukan hanya get advantages politik dalam artian berpendapat, berdemokrasi, tapi juga ada get advantages ekonomi, get advantages sosio-kultural, ” pungkasnya.

    AXL Parfum