Kategori: parfum kualitas internasional

  • Intip Tanda-tanda Kehidupan Alien Kuno di Planet Mars

    Intip Tanda-tanda Kehidupan Alien Kuno di Planet Mars

    Bisnis.com, JAKARTA – Rover Perseverance menemukan Cheyava Falls pada Juli 2024 saat menjelajahi formasi ‘Shiny Angel’, yang merupakan sekelompok bukit batu di tepi utara dan selatan Neretva Vallis.

    Neretva Vallis adalah lembah sungai kuno selebar sekitar 400 meter, yang terbentuk oleh aliran air ke Kawah Jezero, saat Mars masih memiliki air di permukaannya.

    “Penemuan ini merupakan hasil langsung dari upaya NASA untuk merencanakan, mengembangkan, dan melaksanakan misi secara strategis yang mampu menghasilkan jenis ilmu pengetahuan ini,” kata Nicky Fox, wakil administrator Direktorat Misi Sains di Markas Besar NASA di Washington, dikutip dari BBC Astronomy, Selasa (16/9/2025).

    Penemuan tersebut disebut sebagai studi lebih lanjut untuk membenarkan potensi kehidupan kuno di Mars.

    “Dengan publikasi hasil yang telah direview oleh rekan sejawat ini, NASA membuat knowledge ini tersedia bagi komunitas ilmiah yang lebih luas untuk studi lebih lanjut guna mengonfirmasi atau membantah potensi biologisnya” sambung Nicky Fox.

    Rover Perseverance menemukan batuan sedimen yang terdiri dari lempung dan lumpur, yang, ketika ditemukan di Bumi, dapat mengandung bukti kuno kehidupan mikroba masa lalu. Batu-batuan tersebut kaya akan karbon organik, belerang, besi teroksidasi (karat), dan fosfor.

    “Kombinasi senyawa kimia yang kami temukan di Formasi Shiny Angel berpotensi menjadi sumber energi yang kaya bagi metabolisme mikroba,”

    “Namun, hanya karena kami melihat semua tanda kimia yang meyakinkan dalam knowledge tersebut tidak berarti kami memiliki tanda biologis potensial. Kami perlu menganalisis apa arti knowledge tersebut” kata Joel Hurowitz, ilmuwan dari Universitas Stony Brook, New York, dan penulis utama makalah tersebut.

    Penemuan oleh Rover Perseverance

    Rover Perseverance NASA dilengkapi dengan sejumlah alat untuk menganalisis sampel yang ditemukan di Planet Merah.

    Instrumen PIXL (Planetary Device for X-ray Lithochemistry) dan SHERLOC (Scanning Liveable Environments with Raman & Luminescence for Organics & Chemical compounds) digunakan dalam penemuan ini.

    Di Cheyava Falls, ditemukan batu berbentuk panah berukuran sekitar 1 meter x 0,6 meter, yang mengandung bintik-bintik berwarna. Para ilmuwan mengatakan bintik-bintik ini mungkin dihasilkan oleh kehidupan mikroba yang menggunakan bahan kimia dalam batu sebagai sumber energi.

    Perseverance menemukan bukti visible reaksi kimia yang terjadi pada batu, yang tim ilmuwan sebut sebagai ‘bintik-bintik macan tutul’. Bintik-bintik ini mengandung dua mineral kaya besi: vivianite dan greigite.

    NASA mengatakan vivianite ditemukan di Bumi dalam sedimen, rawa gambut, dan materi organik yang membusuk, sementara beberapa kehidupan mikroba di Bumi dapat menghasilkan greigite. Artinya, ini adalah jejak potensial kehidupan mikroba yang menghasilkan energi dan tumbuh.

    Namun, diperlukan bukti lebih lanjut, karena mineral-mineral ini juga dapat terbentuk tanpa adanya kehidupan. Mereka mungkin bisa saja terbentuk akibat suhu tinggi, kondisi asam, dan ikatan dengan senyawa organik. Namun, NASA mengatakan bahwa batuan di Shiny Angel tidak menunjukkan bukti bahwa mereka mengalami suhu tinggi atau kondisi asam.

    Kehidupan yang penuh vitalitas

    Dulu dianggap bahwa tanda-tanda kehidupan kuno di Mars terbatas pada formasi batuan yang lebih tua, tetapi penemuan ini dilakukan pada beberapa batuan sedimen termuda yang dianalisis oleh Perseverance.

    Ini dapat berarti Mars, mungkin pernah layak huni untuk periode yang lebih lama, atau pada tahap sejarah planet yang lebih akhir daripada yang diperkirakan sebelumnya.

    “Klaim astrobiologi, terutama yang terkait dengan penemuan kehidupan extraterrestrial di masa lalu, memerlukan bukti yang luar biasa”

    “Meskipun penjelasan abiotik untuk apa yang kita lihat di Shiny Angel kurang mungkin berdasarkan temuan dalam makalah ini, kita tidak dapat mengesampingkannya” kata Katie Stack Morgan, ilmuwan proyek Perseverance di Laboratorium Propulsi Jet NASA di California Selatan.

    Jenis kehidupan Mars apa yang kita bicarakan? Bukan jenis yang datang dengan damai atau pergi ke mana-mana. NASA sedang menganalisis knowledge, melakukan tes tambahan, dan berbagi hasil dengan ilmuwan di seluruh dunia untuk melihat apa yang dapat dipelajari lebih lanjut.

    Ada banyak hal yang harus dikesampingkan, mulai dari kontaminasi sampel secara tidak sengaja hingga kemungkinan asal-asal non-kehidupan organik. Semuanya sulit dilakukan karena jarak jutaan kilometer antara Planet Bumi dengan Mars, tetapi NASA sedang berusaha memecahkannya. (Stefanus Bintang)

    AXL Parfum

  • PT Mora Telematika Masuk Best 50 Emiten Kapitalisasi Pasar Menengah 2025

    PT Mora Telematika Masuk Best 50 Emiten Kapitalisasi Pasar Menengah 2025

    Bisnis.com, JAKARTA – PT Mora Telematika Indonesia Tbk (“Moratelindo”) (BEI: MORA), salah satu perusahaan penyedia infrastruktur dan jaringan telekomunikasi berbasis serat optik terkemuka di Indonesia, dengan bangga mengumumkan keberhasilan dalam meraih penghargaan sebagai Best 50 Emiten Kapitalisasi Pasar Menengah (MidCap PLCs) dalam acara The sixteenth IICD Company Governance Convention and Award 2025 yang diselenggarakan oleh Indonesian Institute for Company Directorship (IICD) di Ballroom Pullman Resort Thamrin Jakarta, pada Senin, 15 September 2025.

    Penghargaan ini diberikan kepada emiten atau perusahaan publik yang dinilai berhasil menerapkan praktik governansi korporat yang baik (Just right Company Governance atau GCG) secara konsisten untuk mendukung perkembangan kinerja perusahaan, serta mendorong peningkatan nilai tambah bagi pemegang saham maupun seluruh pemangku kepentingan.

    Direktur Utama Moratelindo, Jimmy Kadir, menyampaikan apresiasi atas penghargaan ini. “Kami sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian ini. Bagi kami, praktik governansi korporat yang baik bukan hanya sebuah kewajiban untuk memenuhi peraturan, melainkan juga merupakan fondasi penting dalam membangun kepercayaan pemegang saham, mitra bisnis, pelanggan, serta seluruh pemangku kepentingan. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan standar perilaku beretika, akuntabilitas, transparansi, dan keberlanjutan dalam setiap proses bisnis di Moratelindo,” ujar Jimmy Kadir.

    IICD Company Governance Convention and Award merupakan ajang tahunan yang memberikan apresiasi kepada Emiten atau Perusahaan Publik di Indonesia atas penerapan GCG yang mengacu pada praktik terbaik internasional. Tahun ini merupakan penyelenggaraan IICD yang ke-16 dengan mengusung tema “Construction Resilience thru Just right Governance: Thriving in Turbulent Instances” yang menekankan pentingnya GCG dalam menghadapi tantangan bisnis yang dinamis.

    Tentang PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (Moratelindo)

    Berdiri pada tahun 2000, PT Mora Telematika Indonesia Tbk bergerak dalam bidang aktivitas telekomunikasi dengan kabel, web provider supplier, jasa interkoneksi web (community get right of entry to supplier atau NAP) dan information middle, Moratelindo diposisikan sebagai salah satu penyedia akses jaringan terbesar di Indonesia yang berpengalaman lebih dari 20 tahun dalam melayani berbagai segmen pelanggan seperti Telekomunikasi, Pemerintah, Usaha Kecil Menengah, dan Perumahan.

    Bersinergi dengan perusahaan besar telekomunikasi dan perusahaan media streaming virtual are living TV – Video, dan perusahaan TV berlangganan, Moratelindo menyediakan bermacam produk dan jasa berupa connectivity, information middle, web services and products dan price added answers. Layanan connectivity dimulai dari World Personal Leased Circuit (IPLC) dan Home Leased Circuit (DLC), seperti Native Loop, Metro-E, dan Cell Operator Interconnection. Kabel Moratelindo dengan Teknologi DWDM menjangkau seluruh Jawa, Sumatera, Bali, Batam, Bangka, Bintan, Dumai hingga Singapura. Nusantara Knowledge Heart (NDC) Moratelindo menggunakan jaminan standar Internasional dan SLA serta didesain dengan konsep information middle fashionable yang berlokasi di 6 kota besar meliputi Jakarta, Batam, Medan, Surabaya, Palembang, dan Bali, dengan tingkat keamanan serta keandalan tertinggi. NDC Moratelindo juga terhubung dengan semua operator telekomunikasi besar, Knowledge Heart Singapura (Equinix dan World Transfer), APJII Trade, Open-IXP, POP-Gedung lainnya, jaringan LTE, dan banyak gedung bertingkat tinggi.

    Dengan menggunakan kabel bawah laut milik sendiri yang memiliki redundansi penuh ke web cloud internasional, Moratelindo menjadi Penyedia Layanan Web yang paling dapat diandalkan di Indonesia dan melayani sebagian besar Web Provider Supplier, Perusahaan Telekomunikasi, Undertaking, Sektor Pemerintahan, Usaha Kecil Menengah, dan bisnis Ritel.

    Moratelindo Answers seperti Cloud Video Convention, VOIP / IP-PBX / Digital IP-PBX, IPTV Provider, Good House & Good Place of job, E Mail Safety and Anti Junk mail, Cloud Utility (SaaS – Instrument as a Services and products), Controlled Services and products, dan BTS Resort / Micro Cellular Pole (MCP) merupakan layanan yang berorientasi pada pelanggan dengan manfaat untuk mengurangi opex dan capex pelanggan, harga layanan rendah yang terjangkau, skalabilitas, stabil dan aman, keamanan dan implementasi yang mudah.

    Moratelindo memiliki 9 spine domestik yaitu Dumai-Medan (DAMAI); Jambi-Batam Cable-system (JIBA); Sumatera Spine (SBB); Final Java Spine (UJB); Jayabaya; Palapa Ring Barat (PRB); Palapa Timur Telematika (PTT); Surabaya-Denpasar; dan Bali-Nusa Tenggara, dan 5 spine internasional yaitu Jakarta-Bangka-Bintan-Batam-Singapura (B3JS), World Cable-Gadget One (MIC-1), Batam-Dumai-Malaka (BDM), third Path dan Rising8. Sampai saat ini, Moratelindo mengelola jaringan fiber optic spine baik inland dan submarine serta jaringan akses dengan overall lebih dari 56.000 km, lebih dari 788.000 homepass, subscriber lebih dari 227.000, dan memiliki 6 Knowledge Heart, serta community information capability yang telah mencapai lebih dari 32.000 G.

    AXL Parfum

  • Gerhana Matahari Sebagian 21 September 2025, Bisakah Terlihat di Langit Indonesia?

    Gerhana Matahari Sebagian 21 September 2025, Bisakah Terlihat di Langit Indonesia?

    Bisnis.com, JAKARTA – Fenomena alam Gerhana Matahari Sebagian akan terlihat di langit dunia pada 21 September 2025.

    Namun apakah fenomena tersebut bisa terlihat di langit di Indonesia? Jawabannya adalah Tidak.

    Pemandangan alam yang cantik tersebut hanya akan terlihat di langit Selandia Baru, Kepulauan Mikronesia, Fiji dan sebagian kecil wilayah Australia Timur.

    Mengutip BMKG, gerhana matahari sebagian merupakan peristiwa terhalangnya sebagian cahaya matahari oleh bulan sehingga tidak semuanya sampai ke bumi.

    Hal ini terjadi saat posisi matahari, bumi, dan bulan tidak sejajar. Di mana akan terlihat seolah-olah bulan telah “menggigit” matahari.

    Kemudian mengutip Observatorium Bosscha, wilayah di permukaan Bumi yang berada di dalam penumbra akan dapat menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian (GMS), yaitu saat piringan matahari tidak tertutup sepenuhnya oleh piringan bulan (Gambar 3) ketika fase maksimum gerhana.

    Kemudian wilayah lain di permukaan Bumi di luar penumbra tidak akan dapat menyaksikan gerhana matahari.

    Cara Menonton Gerhana Matahari

    Anda tidak dapat melihat langsung ke matahari selama gerhana matahari tanpa perlindungan mata yang sesuai. Pastikan untuk menggunakan kacamata gerhana matahari atau clear out matahari untuk teleskop atau teropong.

    Proyektor lubang jarum juga merupakan pilihan yang bagus jika Anda sudah terlambat mendapatkan peralatan khusus, karena Anda dapat dengan mudah membuatnya dengan beberapa barang dasar dari sekitar rumah Anda.

    Biasanya, penampakan gerhana matahari sebagian juga akan disiarkan oleh beberapa observatorium melalui tayangan are living streaming.

    AXL Parfum

  • Ekspansi Information Heart International: Tencent Kucurkan Dana Tambahan Rp2,46 Triliun

    Ekspansi Information Heart International: Tencent Kucurkan Dana Tambahan Rp2,46 Triliun

    Bisnis.com, SHENZHEN – Raksasa teknologi asal China, Tencent Keeping Ltd., mengucurkan dana tambahan sebesar US$150 juta setara Rp2,46 triliun sejak awal tahun ini untuk ekspansi world, termasuk membangun pusat information di Arab Saudi dan Jepang.

    Kucuran dana itu menandai ekspansi pertamanya ke Timur Tengah di Arab Saudi serta ekspansi lanjutan ke Jepang dengan membangun pusat information ketiga di Osaka, Jepang, serta kantor baru di Negeri Sakura itu.

    Senior Government Vice-President of Tencent and CEO of Cloud & Sensible Industries Crew Dowson Tong mengatakan bahwa ekspansi itu menjadikan Tencent menyediakan solusi di seluruh Asia Utara, Asia Tenggara, Amerika, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika.

    “Kami sekarang lebih baik dengan menginvestasikan US$150 juta di Arab Saudi untuk pendirian zona pusat information pertama kami,” katanya dalam pembukaan Tencent International Virtual Ecosystem Summit (GDES) 2025 di Shenzhen, China pada Selasa (16/9/2025).

    Menurutnya, Tencent berkeinginan mendirikan kantor-kantornya di seluruh dunia. Hal itu dilakukan untuk memosisikan Tencent mampu memberikan layanan tanpa sekat-sekat negara. Pada saat yang sama, dia menegaskan posisi Tencent mencakup penyediaan sistem layanan selama 7 hari dan 24 jam  nonsetop.

    “Infrastruktur lokal yang sangat lengkap ini menjamin layanan yang sangat andal. Kami berharap bahwa di mana pun di dunia, akses ke sumber daya dan layanan ini tidak akan terganggu,” paparnya.

    Logo Tencent
    Brand Tencent

    Dia melanjutkan Tencent Cloud memiliki tim lokal di wilayah kunci dan jaringan mitra lebih dari 11.000 perusahaan di seluruh dunia. Dia melanjutkan perusahaan terus memperkuat ekosistem globalnya dengan berkolaborasi dengan mitra lokal dan regional untuk memanfaatkan peluang baru.

    Sejak 2016, Tencent Cloud telah memperluas jangkauan internasionalnya, dengan foundation pelanggan internasional yang telah berlipat ganda dalam setahun terakhir.

    Produk, teknologi, dan keahlian industri yang telah teruji mendukung perusahaan-perusahaan di seluruh dunia di lebih dari 80 negara dan wilayah, serta lebih dari 30 industri.

    Selama 3 tahun terakhir, bisnis internasionalnya mengalami pertumbuhan dua digit, melayani merek world terkemuka seperti GoTo Crew, CP Crew, e& UAE, Orange, dan Com2uS.

    Saat ini, Tencent Cloud telah membantu lebih dari 200 perusahaan Fortune 500, termasuk AstraZeneca, Mercedes-Benz, Toyota, BMW, dan Walmart China, untuk masuk ke pasar China.

    Dengan memanfaatkan jaringan internasionalnya, Tencent Cloud juga telah membantu perusahaan China untuk berekspansi secara world.

    Sambil memperkuat posisinya di bidang web dan teknologi, Tencent Cloud juga merambah industri manufaktur, kendaraan energi baru, dan sektor lainnya, muncul sebagai mitra cloud pilihan bagi lebih banyak perusahaan.

    Salah satu kesuksesan pengembangan pasar internasional adalah kerja sama Tencent dengan GoTo Crew. Pada Juni, Gojek Indonesia — bagian dari GoTo Crew — secara mulus memigrasikan lebih dari 1.000 sistem mikroservice ke Tencent Cloud.

    Tencent Cloud memperkuat infrastrukturnya dengan memperluas wilayah Jakarta menjadi tiga zona ketersediaan untuk keandalan dan skalabilitas yang lebih besar.

    Tencent Cloud x CP GroupTencent Cloud baru-baru ini menandatangani kemitraan digitalisasi strategis dengan CP AXTRA, anak perusahaan ritel CP Crew, di Bangkok, Thailand.

    Dengan memanfaatkan giant information, solusi AI, dan keahlian industri yang mendalam, Tencent Cloud akan mendukung transformasi virtual CP AXTRA. Mengoperasikan merek seperti Makro dan Lotus, CP AXTRA mengelola lebih dari 2.600 toko di seluruh Thailand dan Asia.

    Sistem ritel dan grosir utamanya sudah beroperasi dengan lancar di Tencent Cloud, secara signifikan meningkatkan efisiensi.

    In keeping with 24 Desember 2024, Dowson menjelaskan dua aplikasi utama yang dioperasikan CP AXTRA telah melampaui 14 juta unduhan, dengan lalu lintas harian melebihi 1 juta kunjungan.

    Selain itu, Tencent Cloud mengumumkan kemitraan strategis dengan Smiles, super-app dari grup telekomunikasi UAE e& UAE. Kerja sama ini bertujuan mempercepat transformasi virtual bisnis di UAE, memberikan kenyamanan yang ditingkatkan dan pengalaman yang mulus bagi jutaan pengguna.

    Smiles akan mengadopsi Solusi Tremendous-App Tencent Cloud (TCSAS) untuk membangun ekosistem terbuka dan fleksibel—menjadi operator telekomunikasi Timur Tengah pertama yang menerapkan teknologi ini.

    Melalui integrasi yang mulus, mitra dapat dengan cepat bergabung melalui mini-program, sementara konsumen mendapatkan akses terpadu ke layanan dan penawaran yang lebih luas.

    Tencent Cloud juga menggandeng operator telekomunikasi multi-layanan world terkemuka, Orange Heart East & Africa (OMEA). OMEA telah mengadopsi Platform Mini-Program Tencent Cloud dan solusi komunikasi real-time untuk membangun ekosistem super-app virtual terbuka: Max It.

    Aplikasi ini mengintegrasikan layanan telekomunikasi, keuangan, dan e-commerce ke dalam satu platform untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pengguna.

    Mulai Juni 2025, pengguna dapat menjelajahi dan membeli produk bermerek, membayar tagihan, memesan tiket movie dan acara, dan lebih banyak lagi, semuanya dalam Max It, memberikan pengalaman yang lebih kaya dan lancar bagi hampir 160 juta pengguna di Timur Tengah dan Afrika.

    Pada Juli lalu, Midea Crew memigrasikan operasi IT Eropa ke Tencent Cloud, membangun infrastruktur baru melalui pusat information Frankfurt Jerman

    AXL Parfum

  • Platform Integrasi Multi Industri ESTA XLSMART Sasar Korporasi hingga UMKM

    Platform Integrasi Multi Industri ESTA XLSMART Sasar Korporasi hingga UMKM

    Bisnis.com, JAKARTA — Digitalisasi yang digalakkan di berbagai industri menyisakan sebuah ‘benang putus’, yang membuat jalannya operasional virtual menjadi rumit dan kurang mulus. PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) melalui  Undertaking Sensible Era & Automation (ESTA) yang dikelola di dalam negeri berusaha menjahit ‘benang putus’ tersebut.

    Leader Undertaking Trade Officer XLSMART Feby Sallyanto menjelaskan digitalisasi yang dilakukan di seluruh industri menyisakan pekerjaan rumah berupa integrasi multi aplikasi dan industri. Maksudnya, setiap pemain di industri vertikal saat ini menggunakan aplikasi yang berbeda-beda, sehingga untuk memantau pergerakan keseluruhan dalam satu papan pemantau (dashboard) belum dapat dilakukan dengan optimum.

    Dampaknya, pengambilan keputusan untuk menyelesaikan suatu masalah berjalan lebih lambat.

    “Selama ini ada satu benang putus yang tidak terkoneksi,” kata Febby kepada Bisnis Selasa (15/9/2025).

    Febby memberi contoh sebuah grup perusahaan kosmetik. Secara bisnis, perusahaan kosmetik tersebut bergerak di sektor manufaktur. Namun, untuk mengirimkan barang ke toko, maka perusahaan tersebut membutuhkan logistik dan transportasi, yang menggunakan platform berbeda dengan platform di manufaktur. Selama ini kedua sistem berjalan secara terpisah sehingga menyulitkan proses pemantauan.

    XLSMART, kata Febby, hadir melalui platform ESTA sebagai sistem yang dapat mengintegrasikan berbagai platform lintas sektor tersebut.

    Febby menuturkan dalam sebuah platform terdapat beberapa infrastruktur, misalkan server, garage, firewall dan yang lain-lain. ESTA akan melakukan kurasi dan mengintegrasi komponen-komponen tadi sehingga nantinya pada saat ada perusahaan di Indonesia yang butuh layanan komputasi perangkat tertentu, dapa dilakukan dengan mudah.

    “Dengan cloud yang ada di Indonesia ini, kami melihat bahwa value bisa jauh lebih efisien. Kedua, pemrosesan dan information garage itu adanya di Indonesia. Sehingga kekhawatiran penggunaan cloud terkait kedaulatan atau safety information diminimalisir,” kata Febby,

    Menggantikan Peran SDM? 

    AXL Parfum

  • Pakar Prediksi Paket Web Rp100.000-an Jadi Sport Changer 2026

    Pakar Prediksi Paket Web Rp100.000-an Jadi Sport Changer 2026

    Bisnis.com, JAKARTA — Paket web rumahan seratus ribuan berpeluang menjadi tren tahun depan di Tanah Air. Bahkan, berpotensi menjadi recreation changer di industri broadband dalam negeri.

    Pengamat Telekomunikasi sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi mengatakan potensi ini tidak lepas dari beberapa aspek. Pertama, kemampuan penyedia jasa web menjual layanan dengan harga berapapun.

    “Sebenarnya, penyedia jasa web bisa menjual layanan berapapun, yang akan diatur kecepatannya. Bisa Rp50.000, Rp100.000 atau berapapun. Hanya memang kecepatannya akan diubah-ubah,” kata Heru kepada Bisnis, Selasa (16/9/2025).

    Kedua, banderol Rp100.000 pas untuk segmen perumahan. Heru menilai paket web rumah seratus ribuan bakal menjadi harga yang kompetitif di industri, dan diprediksi banyak penyedia jasa bakal bermain di segmen tersebut.

    Hal yang menjadi catatan adalah kepastian kecepatan yang dihadirkan dengan harga tersebut. Dengan demikian, tambahnya, kualitas layanan tidak berkurang ketika harga murah.

    “Minimum kecepatan harus 100 Mbps. Kalau bisa lebih tinggi dari itu bagus, tapi setidaknya dengan harga Rp100.000 kecepatan bisa 100 Mbps. Semoga jadi recreation changer tarif web broadband di Tanah Air,” kata Heru.

    Diberitakan sebeumnya, perusahaan web berlomba menghadirkan web terjangkau bagi masyarakat untuk mendorong misi pemerintah meningkatkan penetrasi mounted broadband yang saat ini masih di bawah 15%.

    Beberapa perusahaan dengan layanan tersebut di antaranya Surge yang menghadirkan paket web seharga Rp100.000 dengan kecepatan hingga 200 Mbps. Melalui produk Starlite, perusahaan  menghadirkan web cepat yang ramah di kantong rakyat.

    Kemudian, PT Remala Abadi Tbk. (DATA) memiliki produk yang tidak kalah menarik. Melalui Nethome, Remala menawarkan paket as much as 500 Mbps seharga Rp116.000 (sudah termasuk pajak). Selain itu, ada juga paket dengan harga Rp227.000 untuk kecepatan web hingga 1 Gbps, yang dapat mendukung berbagai kebutuhan masyarakat.

    IndiHome juga memiliki paket layanan web murah bernama Eznet, yang hanya menyasar beberapa wilayah. Dilansir dari laman resmi, Telkomsel membanderol paket Eznet dengan kecepatan web 10Mbps adalah Rp150.000/bulan untuk wilayah Jawa dan Bali, Rp170.000/bulan untuk wilayah Sumatra, dan Rp200.000/bulan untuk wilayah Papua, Maluku, Sulawesi, Kalimantan, dan Nusa Tenggara. Harga belum termasuk PPN.

    Lalu, paket Biznet House termurah saat ini adalah Biznet House 0D yang harganya mulai dari Rp175.000 according to bulan untuk kecepatan hingga 65 Mbps. Biznet berkomitmen mendukung aktivitas virtual seperti bekerja dan belajar dari rumah.

    AXL Parfum

  • Komdigi Pastikan Roadmap dan Pedoman Etika AI Meluncur Bulan Ini

    Komdigi Pastikan Roadmap dan Pedoman Etika AI Meluncur Bulan Ini

    Bisnis.com, JAKARTA— Kementerian Komunikasi dan Virtual (Komdigi) menyiapkan dua aturan utama yang bakal menjadi fondasi regulasi kecerdasan artifisial (synthetic intelligence/AI) di Indonesia.

    Kedua aturan tersebut adalah Buku Peta Jalan AI Nasional dan Pedoman Etika AI, yang dijadwalkan meluncur pada September ini.

    Direktur Jenderal Ekosistem Virtual Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, mengatakan pemerintah telah merancang Buku Putih Peta Jalan AI Nasional, sebuah dokumen strategis yang tidak hanya mengarahkan pengembangan AI secara teknis, juga memastikan selaras dengan nilai nasional, konstitusi, dan tujuan pembangunan berkelanjutan.

    “Dokumen ini merumuskan visi strategis yang mencakup empat space fokus memperkuat pemangku kepentingan, membangun kapasitas inovasi, mengurangi risiko dan memastikan pertumbuhan yang inklusif,” kata Edwin dalam acara AI Innovation Summit 2025 di Jakarta pada Selasa (16/9/2025).

    Edwin mengatakan terdapat 10 bidang prioritas pengembangan AI dalam peta jalan tersebut, yakni ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan, ekonomi dan keuangan, reformasi birokrasi, politik-hukum-keamanan, energi-sumber daya-lingkungan, perumahan, transportasi-logistik-infrastruktur, serta seni-budaya-ekonomi kreatif.

    Edwin mengungkapkan, dalam implementasi roadmap ini pemerintah telah merancang sistem yang menyeluruh, mulai dari pemberdayaan pemangku kepentingan hingga mitigasi risiko.

    Tidak hanya itu, Edwin mengungkapkan  Pemerintah juga menyiapkan Pedoman Etika AI.

    Dia menyebut aturan ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek transparansi, akuntabilitas, dan keamanan information, tetapi juga mencakup prinsip-prinsip inti seperti inklusivitas, kemanusiaan, keselamatan, aksesibilitas, perlindungan information pribadi, keberlanjutan, serta hak kekayaan intelektual.

    Dia menambahkan, pedoman ini dirancang agar setiap algoritma yang dikembangkan di Indonesia bukan hanya efisien, tetapi juga adil dan tidak menyingkirkan pihak manapun. Kendati demikian, Edwin menyadari untuk membangun ekosistem AI bukan tanpa tantangan.

    “AI walaupun dia menentukan masa depan, tapi kita harus jujur bahwa membangun ekosistem AI tidak mudah. Banyak tantangan, kita membutuhkan fondasi yang kokoh, perlindungan yang tegas dan manajemen risiko yang cerdas,” katanya.

    Tantangan

    Salah satu tantangan utama adalah infrastruktur. Edwin mencontohkan, AI Workbench, Nationwide Information Hub, hingga Compute Spine berbasis HPC, cloud, GPU, dan TPU harus didukung konektivitas handal dengan bandwidth tinggi dan latency rendah.

    Oleh sebab itu, lanjut Edwin, pemerintah juga menyiapkan Inexperienced Enabling Supergrid, jaringan energi information terintegrasi yang mendukung ribuan titik akses di seluruh nusantara. Hal ini dilakukan untuk memastikan pasokan energi ramah lingkungan bagi kebutuhan AI yang semakin besar.

    Tantangan lainnya ada pada aspek keamanan virtual. Edwin mengutip laporan CISO Record yang menyebut 86% pemimpin bisnis melaporkan insiden keamanan terkait AI dalam 12 bulan terakhir.

    “Information menunjukkan lebih dari 21.000 character Indonesia mengalami kebocoran information dan 89.110 catatan information yang bocor telah dilaporkan. Ini ancaman nyata terhadap privasi, kebutuhan publik, dan stabilitas ekonomi nasional. Kita tidak bisa mengizinkan AI tumbuh tanpa pelindung, karena teknologi yang cerdas tidak akan aman. Bisa menjadi senjata ganda,” katanya.

    Dia menegaskan Pemerintah pun tengah membangun kerangka manajemen AI komprehensif dengan mendorong adopsi standar internasional, serta membagi kategori risiko AI menjadi tiga: tidak diterima, tinggi, dan rendah. Ke depan, roadmap strategis AI ini akan dijalankan mulai 2025 hingga 2029 sebagai fondasi utama ekosistem AI nasional.

    “Saya yakin dengan komitmen, kerjasama lintas sektor, dan kepemimpinan yang kuat, kita akan berhasil membangun ekosistem AI yang kuat, transparan, dan berkelanjutan untuk semua rakyat Indonesia,” tutup Edwin.

    AXL Parfum

  • Riset: Warga RI Suka Belanja di E-Trade karena Murah dan Mudah

    Riset: Warga RI Suka Belanja di E-Trade karena Murah dan Mudah

    Bisnis.com, JAKARTA – Riset terbaru YouGov mengungkapkan e-commerce Indonesia berada di peringkat kedua sebagai pasar paling dinamis di dunia dalam hal preferensi belanja bold (on-line) dari overall 55 pasar international – di bawah China dan di atas India.

    Alasan utama konsumen Indonesia lebih memilih belanja on-line dibanding toko fisik adalah: harga lebih murah (68%), lebih banyak pilihan (57%), promo/deal/sale (48%), lebih mudah/nyaman (47%), dan layanan pengiriman (46%).

    Basic Supervisor YouGov Indonesia & India Edward Hutasoit mengatakan pertumbuhan transaksi dan pengguna berjalan beriringan dengan perubahan preferensi konsumen.

    “Konsumen kini lebih cerdas, lebih selektif, dan menuntut price for cash lebih besar, kecepatan pengiriman, serta personalisasi lebih baik. Platform dan penjual harus cepat beradaptasi untuk memenuhi ekspektasi ini,” ujar Edward dalam siaran pers, Selasa (16/9/2025).

    Market tetap menjadi kanal utama penemuan produk, sedangkan preferensi kanal kedua berbeda menurut generasi; Gen Z mengandalkan influencer, Millennials pada ulasan produk, dan Gen X pada rekomendasi keluarga atau teman.

    Riset tersebut menyebutkan 2 hal yang menjadi faktor berpengaruh. Pertama, price for cash. Worth for cash tidak lagi sekadar harga murah. Namun, konsumen mempertimbangkan harga produk, ongkos kirim, kecepatan pengiriman, serta keseluruhan pengalaman belanja.

    YouGove menemukan 2 dari 3 konsumen menyebut ongkos kirim tinggi dan waktu pengiriman lama sebagai kekhawatiran utama. Lalu, 79% konsumen on-line selalu mencari promo saat berbelanja, dengan free of charge ongkir sebagai insentif paling dicari sekaligus jawaban atas kekhawatiran utama mereka.

    Sebanyak 1 dari 4 konsumen juga merasa algoritma rekomendasi produk masih belum sesuai selera, meski mereka lebih responsif terhadap iklan yang dipersonalisasi.

    Kedua, video. Riset YouGov menyebut konsumsi video on-line di Indonesia sangat tinggi, dengan video pendek bertema hiburan, komedi, dan kuliner sebagai style paling digemari.

    Adapun, preferensi konten berbeda menurut generasi. gen Z memiliki preferensi fesyen dan kecantikan setelah hiburan/komedi; gen X kesehatan dan kebugaran setelah hiburan dan kuliner; serta millennials bisnis dan keuangan.

    Bagi platform e-commerce dan emblem, konten video disebut dapat menjadi kanal pemasaran yang efektif.

    Misalnya, konten kuliner untuk promosi bahan makanan/peralatan dapur; konten fesyen dan kecantikan untuk produk market untuk gen Z; dan konten finansial untuk produk gaya hidup dan kebutuhan sehari-hari

    “Seiring dengan konsumen Indonesia semakin nyaman berbelanja on-line, emblem dan platform harus terus berevolusi. Survei ini dirancang untuk membantu mereka menghadirkan pengalaman belanja yang non-public dan relevan, menyesuaikan strategi dengan perilaku tiap generasi, serta mengintegrasikan konten kreatif sebagai sarana pemasaran,” tutup Edward.

    AXL Parfum

  • Anggaran Rp12,6 Triliun Komdigi Psychological, Proyek BTS 3T Sebatas Pemeliharaan

    Anggaran Rp12,6 Triliun Komdigi Psychological, Proyek BTS 3T Sebatas Pemeliharaan

    Bisnis.com, JAKARTA— Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) menyarankan Kementerian Komunikasi dan Virtual (Komdigi) untuk mencari skema alternatif agar program pembangunan infrastruktur tidak terhambat.

    Ketua Umum Mastel, Sarwoto Atmosutarno menilai keterbatasan anggaran Komdigi akan berdampak pada berkurangnya alokasi untuk investasi di sektor virtual.

    Anggaran yang ditetapkan untuk Komdigi pada tahun depan sebesar Rp8 triliun sesuai hasil pembahasan Badan Anggaran (Banggar).

    Komdigi sebelumnya sempat mengusulkan tambahan anggaran Rp12,6 triliun. Jika disetujui, general kebutuhan anggaran Komdigi tahun anggaran 2026 seharusnya mencapai Rp20,3 triliun.

    “Mastel melihat pembatasan ini untuk pengeluaran konsumsi dan produksi [opex dan capex] fasilitas virtual yang ada dan sudah dibangun [satelit, BTS 4G, PDN],” kata Sarwoto kepada Bisnis pada Selasa (16/9/2025).

    Sarwoto menambahkan, dengan adanya pembatasan anggaran tersebut, pengeluaran untuk belanja modal atau investasi kemungkinan besar akan terpangkas. Akibatnya, tugas Komdigi atas kewajiban pelayanan umum seperti penyediaan web di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) hanya akan sebatas pemeliharaan.

    Sarwoto menambahkan, oleh karena itu Mastel menyarankan agar ekspansi infrastruktur GovTech, bila diperlukan, dapat dilakukan melalui kerja sama dengan penyelenggara swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

    Menurutnya Komdigi dapat membuka kesempatan kepada penyelenggara BUMN atau swasta dengan kompensasi non money dengan memanfaatkan kapasitas jaringan internetnya, knowledge heart, bahkan pembangunan aplikasinya.

    Menurutnya, kolaborasi dengan swasta maupun BUMN menjadi solusi yang realistis menghadapi keterbatasan fiskal pemerintah.

    “Kerja sama bentuk baru ini suatu keniscayaan untuk solusi keterbatasan anggaran yang ada,” kata Sarwoto.

    Selain itu, Mastel juga menilai perlu adanya evaluasi terhadap tata kelola manajemen kewajiban pelayanan umum atau Common Provider Legal responsibility (USO) dengan pendekatan baru yang lebih adaptif.

    Sarwoto menuturkan akselerasi diperlukan karena goal pertumbuhan ekonomi 8% tidak mungkin terjadi apabila virtual ekonomi tidak tumbuh minimum 16%. Perlu terobosan kebijakan dan regulasi.

    “Saatnya untuk meninjau ulang tata kelola manajemen kewajiban pelayanan umum atau dikenal dengan nama Common Provider Legal responsibility/USO untuk jaringan dan jasa web dengan pendekatan baru,” ungkapnya.

    Sebelumnya, Komdigi menghadiri rapat tertutup bersama Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Senin (15/9/2025). Menteri Komunikasi dan Virtual Meutya Hafid mengungkapkan, rapat tersebut membahas pagu anggaran Komdigi yang ditetapkan sebesar Rp8 triliun sesuai hasil pembahasan Banggar.

    “[Anggaran Komdigi] Rp8 triliun, jadi tadi ini kurang lebih sama dengan pagu awal, kemudian menjadi pagu definitifnya,” kata Meutya usai rapat di Kompleks Parlemen, Senin (15/9/2025).

    Meskipun tidak mendapatkan tambahan anggaran, Meutya mengatakan pihaknya akan patuh pada keputusan Banggar. Dia menambahkan Komdigi juga akan segera menata ulang prioritas penggunaan anggaran agar program utama tetap dapat dijalankan.

    Beberapa program prioritas yang disiapkan antara lain pembangunan infrastruktur virtual, pengawasan ruang virtual yang aman untuk masyarakat, hingga komunikasi publik untuk mendukung ekosistem startup.

    Berdasarkan Buku II Nota Keuangan beserta RAPBN 2026, Komdigi mendapat alokasi sebesar Rp8,08 triliun. Angka tersebut lebih rendah dibanding outlook 2025 yang mencapai Rp9,52 triliun.

    AXL Parfum

  • Komdigi: Tanpa Bandwidth Tinggi dan Latensi Rendah Layanan AI Sulit Bekerja

    Komdigi: Tanpa Bandwidth Tinggi dan Latensi Rendah Layanan AI Sulit Bekerja

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Virtual (Komdigi) mengungkap pengembangan ekosistem kecerdasan artifisial (synthetic intelligence/AI) di Indonesia masih menghadapi tantangan besar, mulai dari kecepatan web yang belum optimum, latensi tinggi, ketersediaan energi bersih, hingga keamanan virtual.

    Direktur Jenderal Ekosistem Virtual Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menekankan konektivitas masih menjadi pekerjaan rumah utama Indonesia untuk bisa bersaing dengan negara lain dalam penerapan AI.

    “Tantangannya? Bandwidth tinggi dan latency rendah. Tanpa ini layanan AI real-time masih seperti telemedicine, sistem kendali otomatis, dan prediksi bencana tidak akan bisa berjalan lancar,” kata Edwin dalam acara AI Innovation Summit 2025 di Jakarta pada Selasa (16/9/2025).

    Edwin mengakui, dibandingkan negara maju, kualitas konektivitas Indonesia masih jauh tertinggal. “Jadi memang ini challenge-nya kita, kita sekarang konektivitas kita, speed-nya masih sangat kurang dibandingkan negara-negara maju. Ini adalah mission kita bagaimana kita bisa meningkatkan kehandalan infrastruktur kita,” imbuhnya.

    Untuk menjawab tantangan tersebut, Komdigi juga tengah mengembangkan Inexperienced Enabling Supergrid, yaitu jaringan energi information terintegrasi yang mendukung puluhan ribu titik akses di seluruh nusantara.

    Edwin menekankan isu utama bukan hanya soal konektivitas, melainkan juga ketersediaan pasokan energi yang andal, bersih, dan berkelanjutan. Menurutnya, teknologi AI membutuhkan listrik yang harus bersumber dari energi ramah lingkungan.

    Selain itu, Edwin mengatakan isu keamanan virtual juga tetap menjadi ujian terberat dalam pengembangan AI. Menurut CISO Record, 86% pemimpin bisnis melaporkan insiden keamanan terkait AI dalam 12 bulan terakhir.

    Knowledge menunjukkan lebih dari 21.000 character Indonesia mengalami kebocoran information dan 89.110 catatan information yang bocor telah dilaporkan.

    “Dan ini adalah ancaman nyata terhadap privasi, kebutuhan publik, dan stabilitas ekonomi nasional. Kita tidak bisa mengizinkan AI tumbuh tanpa pelindung. Karena teknologi yang cerdas tidak akan aman. Bisa menjadi senjata ganda,” kata Edwin.

    Sebagai langkah mitigasi, Komdigi sedang menyiapkan kerangka manajemen AI yang mendorong adopsi standar internasional, sekaligus pendekatan berbasis risiko yang dituangkan dalam panduan etik AI.

    “Pendekatan berbasis risiko dituangkan secara ringkas pada panduan etik kecerdasan artifisial yang membagi risiko kecerdasan artifisial menjadi tiga kategori, yaitu risiko tidak diterima, risiko tinggi, dan juga risiko minimum atau rendah,” kata Edwin.

    Sebagai informasi, Komdigi tengah menyiapkan dua aturan utama yang bakal menjadi fondasi regulasi kecerdasan artifisial di Indonesia. Kedua aturan tersebut adalah Buku Peta Jalan AI Nasional dan Pedoman Etika AI, yang kabarnya meluncur pada September ini.

    AXL Parfum