Bisnis.com, JAKARTA – Handphone yang hilang membuat aktivitas kita menjadi berhenti, terlebih sekarang handphone genggam bukan sekadar alat komunikasi saja, namun bisa untuk bekerja, bertransaksi dan menyimpan kenangan dan dokumen penting.
Namun, jangan khawatir, handphone yang hilang bisa ditemukan dengan akun Gmail. Caranya cukup sederhana, karena perlu login ke akun Gmail anda di perangkat lain.
Dilansir dari komunitas Google, cara menemukan handphone dengan akun Gmail adalah seperti berikut:
Buka aplikasi chrome pada perangkat gawai yang lain. Bisa dengan hp, pill, maupun PC/pc
Buka situs MyAccount Google
Login akun Gmail dengan memasukkan alamat e-mail yang tersimpan dalam handphone Anda yang hilang, kemudian masukkan juga passwordnya
Selanjutnya, klik tipe atau nama handphone Anda yang hilang
Kemudian, Google akan melacak lokasi handphone Anda yang hilang
Pada layar akan muncul peta dengan perkiraan titik lokasi ponsel. Lokasi yang ditunjukkan merupakan perkiraan. Selain itu, ditampilkan juga tipe hp, lengkap dengan waktu terakhir hp diaktifkan dan persentase sisa baterai.
Sementara pada hp yang dicari tersebut nantinya akan mendapatkan notifikasi pada layar.
Pada tampilan In finding My Instrument, Anda dapat melakukan beberapa aksi untuk Handphone yang hilang, seperti “Play Sound” untuk memutar suara keras dan “Protected Instrument” untuk mengamankan handphone yang hilang.
Dalam fitur Protected Instrument, handphone yang hilang dapat dikunci layarnya dari jarak jauh dengan PIN, pola, atau kata sandi, bahkan mengeluarkan akun e-mail Google. Selain itu, dengan fitur ini, Anda dapat mengirim pesan dan nomor kontak khusus ke layar kunci agar seseorang dapat mengembalikan perangkat Anda.
Perlu diingat, fitur ini hanya berfungsi jika GPS atau Location Carrier, dan web ponsel dalam keadaan aktif dan akun Gmail masih terhubung di perangkat. Selain itu, jika handphone benar-benar hilang atau dicuri, sebaiknya segera melapor kepada pihak berwenang agar proses pencarian dan keamanan information lebih terjamin.
Bisnis.com, JAKARTA— Huawei resmi meluncurkan Huawei Pura 80 Collection di Indonesia pada Rabu (17/9/2025), dengan peningkatan di sisi kamera.
Dua perangkat yang dibawa ke pasar Tanah Air adalah Huawei Pura 80 Professional dan Huawei Pura 80 Extremely, keduanya menawarkan peningkatan signifikan di sisi fotografi.
“Hari ini, kami dengan bangga memperkenalkan Huawei Pura 80 Collection. Sebuah smartphone flagship dengan inovasi kamera terbaik dan desain terbaik, menunjukkan legacy Huawei dalam menerbitkan pengalaman luar biasa bagi penagguna,” kata Senior Retail Supervisor Huawei Tool Indonesia, Edy Supartono, dalam peluncuran di Jakarta pada Rabu (17/9/2025).
Huawei Pura 80 Professional
Fashion ini hadir dengan 1 inch Extremely Lights Digicam dari varian Extremely untuk menangkap cahaya maksimal, diklaim dapat menghasilkan foto low-light yang jernih dan minim noise. Teknologi ini dilengkapi Extremely Chroma Era dengan 1,5 juta channel warna untuk menghadirkan reproduksi warna herbal dan akurat.
• Baterai: 5.170 mAh, Huawei SuperCharge hingga 100 W
• Warna: Glazed Crimson, Glazed Black, Glazed White
Huawei Pura 80 Extremely
Varian Extremely membawa inovasi Switchable Twin Tele-lens pertama di industri, memungkinkan fleksibilitas zoom optik 3,7x hingga 9,4x dalam satu modul. Teknologi Crystal-Transparent Zoom menjaga ketajaman di setiap tingkat pembesaran, ditambah sensor 1 inch Extremely Lights HDR dengan dynamic vary hingga 16EV untuk hasil element di house terang maupun gelap.
Huawei Pura80 ExtremelySpesifikasi utama Huawei Pura 80 Extremely:
• Baterai: 5.170 mAh, Huawei SuperCharge hingga 100 W
• Warna: Golden Black, Status Gold
Huawei Pura 80 Collection diperkaya dengan HUAWEI XMAGE Imaging Machine untuk optimasi tekstur, warna, dan cahaya. Sistem ini mendukung fitur Shifting Image (rekaman tiga detik untuk memilih momen terbaik) dan AI Multi Publicity.
Untuk ketahanan, Pura 80 Professional dilengkapi Second-Gen Kunlun Glass yang meningkatkan drop resistance hingga 20 kali lipat. Pura 80 Extremely memakai Second-Gen Crystal Armor Kunlun Glass, yang menawarkan scratch resistance 16 kali lipat dan drop resistance hingga 25 kali lipat.
Huawei juga membekali seri ini dengan fitur AI Sensible Controls, AI Elimination, AI Messaging, hingga AI Noise Cancellation. Pengguna bisa menikmati tema interaktif seperti Emoji Overwhelm dan Air Hoops, serta dynamic wallpapers yang merespons pergerakan mata.
Selama periode peluncuran 17 September— 17 Oktober 2025, Huawei menawarkan harga Huawei Pura 80 Extremely Rp22.999.000 dan Huawei Pura 80 Professional Rp14.999.000.
Bisnis.com, JAKARTA — PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) memperkuat kualitas jaringan dan mendorong produk bundling untuk mencapai goal 800.000 – 1.000.000 pelanggan web rumah baru in line with tahun.
Vice President Family Shopper Industry Technique Control Telkomsel Pontjo Suharwono mengatakan perseroan melakukan penguatan strategi di sejumlah aspek, seperti Fastened Cellular Convergence (FMC), optimalisasi bundling produk, serta peningkatan kualitas jaringan dan layanan.
“Dengan pendekatan ini, kami percaya dapat terus menghadirkan pertumbuhan yang sehat dan memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan,” kata Pontjo kepada Bisnis ketika dihubungi Rabu (17/9/2025).
Optimisme perusahaan, jelasnya, didorong oleh beberapa faktor seperti basic pasar yang besar, dengan penetrasi mounted broadband nasional masih relatif rendah, eksekusi FMC dan cross-selling mencakup bundling produk, serta penyederhanaan penawaran.
Selain itu, kata Pontjo, kinerja progresif yang terlihat dari capaian 10,1 juta pelanggan trade to client (B2C) in line with semester I/2025 turut menjadi pendorong utama.
Kemudian, sambungnya, produk seperti EZnet menjadi access product mounted broadband yang terjangkau dan mudah diakses untuk memperluas adopsi web rumah di wilayah-wilayah tertentu serta di segmen sensitif harga.
“Saat ini, EZnet menawarkan layanan mounted (fiber) dengan kecepatan hingga 20 Mbps, tarif mulai sekitar Rp150.000 – Rp170.000 in line with bulan – bergantung wilayah, belum termasuk PPN – serta jalur migrasi ke IndiHome bagi pelanggan yang kemudian membutuhkan peningkatan kecepatan lebih tinggi,” kata Pontjo.
Menyoal dinamika pasar yang menghadirkan paket di kisaran Rp100.000-an, Telkomsel disebut tetap mengedepankan portofolio berjenjang (EZnet, IndiHome, Orbit), kualitas layanan, dan kepatuhan regulasi, bukan sekadar kompetisi harga.
Dengan pendekatan tersebut, dia percaya perseroan dapat menjangkau lebih banyak pelanggan sekaligus menjaga kualitas pengalaman.
Lebih jauh ihwal kemungkinan mendorong produk Rp100.000an, ujar Pontjo, perusahaan bakal terus mengevaluasi portofolio dan style harga secara berkala dengan mempertimbangkan kualitas layanan, keberlanjutan bisnis, kebutuhan pelanggan, serta kepatuhan regulasi.
“Fokus kami adalah menghadirkan layanan dengan harga yang terjangkau, nilai terbaik dan pengalaman andal bagi pelanggan di setiap segmen,” tutupnya.
Bisnis.com, JAKARTA— Huawei memastikan tetap optimistis terhadap pasar smartphone flagship di Indonesia, di tengah persaingan yang makin ketat dan hadirnya sejumlah produk baru seperti iPhone 17.
Senior Retail Supervisor Huawei Tool Indonesia, Edy Supartono, menegaskan perusahaan memiliki rencana yang jelas dalam menghadirkan perangkat flagship ke pasar Tanah Air.
“Kalau smartphone flagship, ini kan memang goal marketnya Huawei di Indonesia, smartphone kita. Dari awal tahun, kita ngeluarin beberapa seri, ada Nova, ada X6, kemudian ada XT [Huawei Nova 13 Pro, Huawei Mate XT, dan Huawei Mate X6],” kata Edy ditemui usai peluncuran Huawei Pura80 Sequence di Jakarta, Rabu (17/9/2025).
Pada hari ini, Huawei kembali merilis ponsel flagship di pasar Tanah Air dengan menghadirkan Huawei Pura80 Sequence.
Edy mengatakan peluncuran flagship teranyarnya sudah sesuai dengan rencana perusahaan sejak awal, sehingga kehadiran produk kompetitor tidak banyak memengaruhi strategi maupun timeline yang telah disusun.
Di sisi lain, Apple baru saja meluncurkan iPhone 17 Sequence secara world pada 9 September kemarin.
“Jadi sebenarnya, kompetitor itu nggak terlalu ada efeknya dengan timeline kami,” imbuhnya.
Edy juga menyebutkan konsumen Indonesia cenderung lebih menyukai keunggulan kamera Huawei di segmen flagship. Karena itu, perusahaan menaruh harapan besar pada Huawei Pura80 Sequence.
“Ekspektasi kami di Pura80 Sequence ini, banyak konsumen sih yang bakalan mulai dari penasaran sampai yang benar-benar respect sama teknologi-teknologi terbaru,” katanya.
Edy menuturkan Huawei Pura 80 Extremely dan Professional menyasar segmen konsumen yang berbeda, di mana varian Extremely lebih ditujukan bagi pencinta fotografi, sedangkan Professional diarahkan untuk penggunaan sehari-hari.
Meski demikian, kedua ponsel membawa peningkatan signifikan di sisi fotografi, termasuk teknologi kamera 1 inci Extremely Lighting fixtures, sistem zoom optik fleksibel, serta dukungan HUAWEI XMAGE Imaging Gadget.
Bisnis.com, JAKARTA – Desain tipis iPhone Air memang menjadi daya tarik utama, termasuk keberhasilan Apple mengecilkan ukuran papan induk (good judgment board). Namun, menurut Gene Berdichevsky, Co-Founder sekaligus CEO produsen subject matter baterai Sila, terobosan terbesar dari perangkat terbaru Apple tersebut justru terletak pada teknologi baterainya.
“Baterai di iPhone terbaru ini benar-benar luar biasa. Bentuknya yang seakan-akan bebas dan bisa dibuat dalam dua dimensi yang unik itu menakjubkan,” kata Berdichevsky dikutip dari laman TechCrunch pada Kamis (18/9/2025).
Berdichevsky bukan orang sembarangan dalam bidang baterai. Dia merupakan karyawan ketujuh Tesla yang dulu memimpin pengembangan baterai untuk mobil listrik Roadster pertama, proyek yang kemudian menjadi dasar bagi seluruh style Tesla setelahnya.
Saat ini, dia memimpin Sila, perusahaan yang fokus mengembangkan subject matter anoda silikon untuk perangkat elektronik dan kendaraan listrik. Berdichevsky menilai, penggunaan desain baterai berlekuk pada iPhone Air dimungkinkan berkat teknologi baru Apple yang telah dipatenkan, yakni baterai kaleng logam (steel can battery).
Berbeda dengan baterai pouch yang lazim digunakan pada perangkat elektronik—berlapis plastik, lebih murah diproduksi, tetapi rentan mengembang, baterai kaleng logam hadir dengan konstruksi berbeda. Teknologi ini menggunakan lapisan logam yang membungkus seluruh sel, sehingga membuat baterai lebih kokoh, tahan lama, sekaligus dapat dibentuk sesuai kebutuhan desain perangkat
Selama ini Apple menggunakan baterai berbentuk huruf L. Masalahnya, semua baterai lithium ion bisa mengembang seiring pemakaian, dan sudut dalam pada desain L sering menjadi titik rawan.
“Dengan teknologi baru ini, masalah itu bisa diatasi. Anda bisa membuat baterai dalam bentuk dua dimensi apa pun, tanpa kompromi,” kata Berdichevsky.
Keunggulan lainnya, baterai kaleng logam memungkinkan Apple memaksimalkan ruang di dalam iPhone Air. Baterai bisa ditempatkan hingga ke tepi perangkat dan mengisi celah yang tersisa setelah papan induk dipasang.
Meski lebih mahal, Berdichevsky optimistis mayoritas ponsel pintar akan beralih ke teknologi ini karena kapasitas energi yang lebih besar. Dia juga menekankan, teknologi ini akan sangat penting bagi perangkat berukuran kecil seperti kacamata AR dan VR.
“Bentuk baterai bisa menyesuaikan ruang yang aneh dan sempit. Itu benar-benar meningkatkan kepadatan energi,” ujarnya.
Meski begitu, adopsi desain baterai baru ini menjadi alasan Apple belum beralih dari anoda karbon ke anoda silikon. Menurut Berdichevsky, wajar jika Apple tetap memakai teknologi kimia baterai lama saat memperkenalkan desain baru.
Namun, dia menilai transisi ke baterai kaleng logam bisa membuka jalan menuju penggunaan anoda silikon di masa depan. Anoda silikon murni mampu menyimpan energi hingga 50% lebih banyak dibandingkan grafit tradisional, meski berisiko mengembang lebih besar. Perusahaan seperti Sila sudah mengembangkan cara untuk mengatasi masalah ini, tetapi tetap butuh dukungan dari desain sel baterai.
“Teknologi ini jelas akan membantu mempercepat adopsi silikon. Kita bisa mendorong performa lebih jauh, sambil tetap mengelola risiko pengembangan. Inilah yang membuatnya sangat revolusioner,” kata Berdichevsky.
Bisnis.com, JAKARTA — Nvidia berencana menggandeng Intel dengan melakukan investasi sebesar US$5 miliar untuk mengembangkan chip PC dan pusat knowledge.
Dilansir dari Reuters, Jumat (19/9/2025), aksi korporasi tersebut akan langsung menjadikan Nvidia salah satu pemegang saham terbesar Intel. Suntikan modal dari Nvidia menjadi peluang baru bagi Intel usai upaya pemulihan selama bertahun-tahun gagal membuahkan hasil. Hal ini memicu lonjakan saham produsen AS tersebut hingga 25%.
Intel baru saja menunjuk Lip-Bu Tan sebagai CEO baru pada Maret 2025. Sayangnya, dia langsung mendapat kecaman dari para pejabat terpilih AS, termasuk Presiden Donald Trump, yang memintanya untuk mengundurkan diri karena kekhawatiran tentang hubungannya dengan China.
Hal itu menyebabkan pertemuan yang diatur dengan cepat di Washington yang berakhir dengan kesepakatan tidak biasa dari Intel untuk memberikan AS sebesar 10% saham di perusahaan tersebut.
CEO Nvidia, Jensen Huang mengatakan pemerintahan Trump tidak terlibat dalam kesepakatan kemitraan tersebut, tetapi akan memberikan dukungan. Huang terlihat bersama Trump dan para pemimpin bisnis lainnya selama kunjungan kenegaraan Presiden AS ke Inggris.
Kesepakatan baru ini mencakup rencana bagi Intel dan Nvidia untuk bersama-sama mengembangkan chip PC dan pusat knowledge, tanpa melibatkan bisnis manufaktur kontrak Intel, yang dikenal sebagai foundry.
Namun, bisnis foundry Intel akan memasok prosesor pusat dan kemasan canggih untuk produk gabungan tersebut. Huang mengatakan perusahaannya terus mengevaluasi teknologi foundry Intel dan telah bekerja sama dengan pesaingnya selama hampir satu tahun.
Mayoritas analis percaya bahwa agar foundry Intel dapat bertahan, mereka perlu mendapatkan pelanggan besar seperti Nvidia, Apple, Qualcomm atau Broadcom.
Bisnis.com, JAKARTA – Nvidia Corp. menyuntikkan investasi sebesar US$5 miliar ke Intel Corp. dan sepakat mengembangkan cip PC dan pusat knowledge bersama.
Melansir Bloomberg pada Jumat (19/9/2025), Nvidia akan membeli saham biasa Intel seharga US$23,28 according to lembar, menurut pernyataan kedua perusahaan. Intel akan memanfaatkan teknologi grafis Nvidia untuk cip PC terbaru sekaligus menyuplai prosesor bagi produk pusat knowledge yang berbasis perangkat keras Nvidia.
Kesepakatan tersebut diklaim membuka peluang pasar baru senilai hingga US$50 miliar according to tahun, menurut CEO Nvidia Jensen Huang. Investor menilai kolaborasi ini sebagai dorongan besar bagi Intel, yang tengah berjuang membendung kerugian dan mengejar ketertinggalan dari pesaingnya, termasuk Nvidia.
Adapun, saham Intel melesat 23% ke stage US$30,57 di New York, lonjakan harian terbesar sejak Oktober 1987. Saham Nvidia ikut naik 3,5% menjadi US$176,32 dan sudah menguat 31% sepanjang tahun ini.
Pendanaan baru untuk Intel ini menyusul langkah pemerintah AS yang pada Agustus lalu mengambil sekitar 10% saham perusahaan tersebut, dengan Presiden Donald Trump berperan langsung dalam promosinya.
Sebelumnya, SoftBank Crew Corp. dari Jepang juga mengejutkan pasar dengan menyuntikkan US$2 miliar ke Intel pada Agustus, sementara Intel sendiri terus menggalang dana lewat penjualan aset.
Intel menghadapi beban berat akibat hilangnya pangsa pasar dan kebutuhan belanja besar untuk mengembangkan cip mutakhir. Di atas kertas, nilai investasi pemerintah AS di Intel telah melonjak lebih dari 55% atau sekitar US$4,9 miliar, menjadi US$14 miliar.
Huang menuturkan, tim teknik Nvidia dan Intel sudah membahas kerja sama ini sejak setahun lalu, dan bukan didorong pemerintahan Trump. Dia mengaku telah menginformasikan kesepakatan ini kepada Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick yang merespons positif.
Melalui kerja sama tersebut, Intel akan menawarkan cip PC yang menggabungkan prosesor dengan komponen grafis Nvidia. Langkah ini dinilai memperkuat posisi Intel untuk bersaing dengan Complex Micro Gadgets Inc. (AMD), yang agresif merebut pangsa pasar PC.
Meski begitu, kedua perusahaan belum memberi jadwal peluncuran produk pertama. Nvidia juga menegaskan belum ada rencana menggunakan pabrik Intel untuk produksi chipnya.
Saham AMD sempat anjlok 5,9% sebelum pulih, sementara perusahaan itu menegaskan optimistis tetap bisa mencuri pasar dari Intel.
“Kami yakin dapat terus mendorong inovasi, memperluas pangsa pasar, dan memperkuat AI sebagai prioritas utama perusahaan,” tulis AMD dalam pernyataan resmi.
Analis Wolfe Analysis menyebut, kabar ini sedikit negatif bagi AMD, tetapi belum tentu mengubah prospek Intel.
“Yang belum jelas, apakah ini hanya kerja sama simbolis bernuansa politik, atau awal kolaborasi lebih luas yang benar-benar menguntungkan Intel,” tulis Wolfe.
Dalam bisnis pusat knowledge, Intel akan menyuplai prosesor untuk produk Nvidia, yang saat ini mendominasi pasar akselerator AI. Kesepakatan ini diyakini membantu Intel memperbaiki neraca keuangan sekaligus kembali menghadirkan produk yang diminati pasar.
Nvidia tetap melanjutkan pengembangan cip berbasis Arm Holdings Percent, sehingga kemitraan dengan Intel tidak memengaruhi rencana tersebut.
Saat penutupan perdagangan Rabu, kapitalisasi pasar Intel tercatat US$116 miliar. Dengan investasi ini, Nvidia memegang kurang dari 5% saham Intel, sementara kapitalisasi pasar Nvidia sudah menembus US$4 triliun.
Dominasi Nvidia di bidang komputasi AI membuat Intel kini memilih strategi pragmatis untuk bekerja sama. Perusahaan yang dulu menjadi raksasa silikon itu tertinggal jauh karena gagal mengantisipasi kebutuhan cip akselerator untuk AI.
Tahun ini, Nvidia diperkirakan meraih penjualan sekitar US$200 miliar, dengan unit pusat knowledge yang lebih besar dari overall penjualan chipmaker mana pun.
Sebaliknya, Intel yang pernah mendominasi PC hingga server kini harus bergantung pada Taiwan Semiconductor Production Co. (TSMC) untuk memproduksi cip mutakhirnya.
Di bawah kepemimpinan CEO baru Lip-Bu Tan, Intel berkomitmen mengubah pendekatannya dengan membuka peluang kolaborasi dan membuka fasilitas manufakturnya bagi pihak lain.
Bisnis.com, SURABAYA – Pakar Kebijakan Media dan Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Titik Puji Rahayu angkat suara mengenai rencana Kementerian Komunikasi dan Virtual (Komdigi), yang tengah mempelajari penerapan kebijakan satu orang satu akun media sosial.
Titik menjelaskan, bila nantinya kebijakan tersebut benar-benar direalisasikan, maka akan berpotensi besar memangkas penyebaran informasi positif. Menurutnya, media sosial bukan hanya sebagai sarana penyebaran hoaks semata, melainkan juga menjadi medium penyebaran informasi yang bermanfaat dan dapat memberdayakan masyarakat.
“Hal lain yang juga menjadi poin kritik, kalau berpikir bahwa mengurangi akun akan mengurangi penyebaran hoaks itu seolah-olah cara berpikirnya bahwa satu akun hanya akan menyebarkan satu hoaks, padahal satu akun bisa menyebarkan ratusan ribuan hoaks. Jadi ini yang jadi unit analisisnya itu akunnya atau jumlah hoaksnya?,” tegas Titik, Jumat (19/9/2025).
Lebih lanjut, Titik menegaskan bahwa wacana tersebut belum dapat menyentuh akar permasalahan. Menurutnya, fakta yang terjadi menunjukkan bahwa penyebaran hoaks atau mis-informasi sebagian besar disebabkan oleh bot, bukan akun organik milik manusia.
Dia pun menilai bahwa pendekatan oleh pemerintah selaku regulator justru kurang efektif dan akan menghukum kelompok yang salah.
“Jadi yang banyak menyebarkan hokas itu biasanya adalah bot, tapi kenapa yang dihukum justru manusia, di mana dia bukan merupakan bot atau automatic social media in device. Jadi sebuah aplikasi yang dirancang untuk berperilaku di media sosial seolah-olah dia manusia, padahal sebetulnya adalah instrument,” tegasnya.
Titik juga menyebutkan bahwa kebiasaan masyarakat yang memiliki banyak akun media sosial dipandangnya sebagai hal yang wajar dan umumnya memiliki tujuan yang spesifik sesuai dengan kegunaanya masing-masing.
“Maka mereka punya suatu akun yang memang mereka tujukan untuk merepresentasikan citra profesional mereka. Di sisi lain mereka juga punya akun yang itu sifatnya untuk pertemanan, di mana mereka lebih lugas menyampaikan mereka dengan apa adanya,” jelasnya.
Untuk itu, Titik pun menawarkan sebuah solusi yang lebih elementary kepada pemerintah. Menurutnya, masyarakat yang sejahtera dan teredukasi dinilai akan lebih kebal terhadap misinformasi dan tidak mudah menyebarkan hoaks.
“Justru pemerintah perlu menggenjot edukasi kepada masyarakat agar mereka tidak sembarangan menyebarkan informasi jika mereka tidak memahami informasi,” terangnya.
Titik juga mengajak pemerintah untuk dapat lebih berpihak dan memalingkan fokus dan pekerjaannya dalam upaya pengembangan industri virtual nasional yang dapat membuka banyak lapangan pekerjaan.
“Saya rasa pemerintah lebih baik fokus membangkitkan industri media virtual, sehingga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia. Benefitnya bukan hanya get advantages politik dalam artian berpendapat, berdemokrasi, tapi juga ada get advantages ekonomi, get advantages sosio-kultural, ” pungkasnya.