Bisnis.com, JAKARTA – Google melakukan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 200 kontraktor yang melatih type AI perusahaan. Para kontraktor tersebut banyak di antaranya bergelar grasp atau bahkan PhD yang berperan sebagai tremendous rater.
Mengutip Telephone Enviornment, Jumat (19/9/2025), langkah pemecatan terjadi di tengah perselisihan sengit mengenai upah rendah, kondisi kerja yang buruk, serta klaim bahwa upaya mereka untuk membentuk serikat pekerja secara aktif ditekan.
Menurut laporan WIRED, PHK ini terjadi setelah para pekerja mulai melakukan konsolidasi untuk memprotes kesenjangan upah yang besar serta ketidakpastian pekerjaan.
Salah satu pekerja yang terkena PHK, Andrew Lauzon, mengatakan dirinya begitu saja dipecat dengan alasan pengurangan proyek. Dia mencium ada motif lain di balik PHK yang dilakukan Google.
“PHK ini adalah pembalasan langsung atas upaya untuk berserikat dan menuntut kondisi yang lebih baik,” kata Andrew.
Para pekerja menuduh PHK ini merupakan tindakan balasan langsung atas upaya mereka untuk membentuk serikat pekerja dan menuntut kondisi kerja yang lebih baik, yang menurut mereka secara aktif ditekan oleh perusahaan.
Adapun, struktur ketenagakerjaan berlapis semacam ini dikatakan umum terjadi di industri teknologi, dan menciptakan jarak antara perusahaan inti dengan kondisi sehari-hari para pekerja kontrak.
Hal ini pun dinilai ironis di tengah masifnya narasi menyoal mimpi futuristis tentang kecerdasan buatan yang pintar, tapi kenyataannya hal itu ditopang oleh orang-orang dengan pekerjaan rentan yang bisa sewaktu-waktu dianggap bagian mesin yang dapat dibuang.
Gagasan untuk memberhentikan para ahli yang justru memastikan produk AI andalan tetap berkualitas ungguh terlihat sangat buruk. Walaupun, Google menyatakan mereka bukanlah pemberi kerja langsung
Bisnis.com, JAKARTA – DeepSeek, platform kecerdasan buatan (AI) asal China, menghabiskan US$294.000 atau setara dengan Rp4,56 miliar untuk melatih type R1. Jauh lebih murah dari kompetitor-kompetitor asal Amerika Serikat (AS) seperti ChatGPT 4 yang merogoh kocek hingga triliunan rupiah.
Mengutip Reuters, informasi mengenail biaya yang dikeluarkan oleh pengembang asal China itu muncul dalam sebuah artikel peer-reviewed di jurnal akademik Nature yang diterbitkan pada Rabu (17/9/2025).
Artikel di Nature menyebutkan type R1 DeepSeek yang berfokus pada penalaran menelan biaya Rp4,56 untuk dilatih menggunakan 512 chip Nvidia H800. Informasi ini tidak dimuat dalam versi artikel sebelumnya yang diterbitkan pada Januari 2025.
Lebih jauh dijelaskan biaya pelatihan untuk large-language fashions yang mendukung chatbot AI merujuk pada pengeluaran untuk menjalankan kluster chip bertenaga tinggi selama berpekan-pekan hingga berbulan-bulan guna memproses sejumlah besar teks dan kode.
Sebelumnya, peluncuran sistem AI berbiaya lebih rendah oleh DeepSeek pada Januari lalu mendorong investor world melepas saham-saham teknologi karena khawatir type baru tersebut dapat mengancam dominasi para pemimpin AI termasuk Nvidia.
CEO raksasa AI asal AS OpenAI Sam Altman mengatakan pada 2023, pelatihan type fondasi menelan biaya jauh lebih besar dari US$100 juta atau sekitar Rp1,55 trilun, meski perusahaannya tidak pernah memberikan rincian angka untuk setiap rilis modelnya.
Selain itu, beberapa pernyataan DeepSeek mengenai biaya pengembangan serta teknologi yang digunakan dipertanyakan oleh perusahaan dan pejabat AS.
Chip H800 yang disebutkan DeepSeek dirancang oleh Nvidia untuk pasar China setelah pemerintah AS pada Oktober 2022 melarang ekspor chip AI yang lebih kuat, H100 dan A100, ke Negeri Tirai Bambu.
Pejabat AS mengatakan kepada Reuters pada Juni lalu, DeepSeek memiliki akses ke quantity besar chip H100 yang diperoleh setelah aturan pembatasan ekspor AS diberlakukan.
Nvidia pada saat itu mengatakan kepada Reuters bahwa DeepSeek menggunakan chip H800 yang diperoleh secara sah, bukan H100.
Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi memperkirakan paket web rumah seharga Rp100.000-an akan menjadi pengubah pertarungan di bisnis fastened broadband tahun depan. Dia mewanti-wanti agar kualitas tetap terjaga meski harga web rumah makin rendah.
“Harus dipastikan meski harga murah,kualitas tetap dijaga,” kata Heru kepada Bisnis dikutip Sabtu (20/9/2025).
Lantas apa keunggulan paket web rumah Rp100.000-an milik IndiHome, Biznet, WIFI, dan Knowledge? berikut ulasannya.
Surge (WIFI)
Surge menghadirkan paket web seharga Rp100.000 dengan kecepatan hingga 200 Mbps. Melalui produk Starlite, perusahaan menghadirkan web cepat yang ramah di kantong rakyat.
Dalam wawancara dengan Bisnis, Direktur Utama Surge Yune Marketatmo mengatakan layanan web seharga Rp100.000 dengan kecepatan hingga 200 Mbps dijalankan sesuai dengan aturan pemerintah, dan komitmen perusahaan untuk menghadirkan layanan yang terjangkau.
Keunggulan paket ini tentu kuota yang besar, namun baru tersedia di titik-titik tertentu.
Remala Abadi (DATA)
PT Remala Abadi Tbk. (DATA) memiliki produk yang tidak kalah menarik. Melalui Nethome, Remala menawarkan paket as much as 500 Mbps seharga Rp116.000 (sudah termasuk pajak). Selain itu, ada juga paket dengan harga Rp227.000 untuk kecepatan web hingga 1 Gbps, yang dapat mendukung berbagai kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin menjadi recreation changer,” kata CEO Remala Abadi Agus Setiono kepada Bisnis.
Agus berharap dengan langkah ini penetrasi web rumah dapat meningkat sehingga misi pemerintah dalam menggenjot web cepat dengan harga terjangkau makin cepat terealisasi.
Sejauh ini layanan tersebut masih berada di Pulau Jawa, sebagai wilayah dengan infrastruktur dan adopsi virtual paling matang di Indonesia.
Selain melalui harga murah, dalam mendorong produknya perusahaan juga melakukan sejumlah strategi pemasaran seperti memberikan person enjoy free of charge selama 1 bulan kepada pelanggan, memperluas rantai distribusi dengan skema kerja sama bagi hasil dengan pihak ketiga, dan lain sebagainya. Adapun hingga kuartal I/2025, sebanyak 83.000 rumah telah terhubung dengan web murah Remala Abadi.
“Jawa kami bakal dahulukan. Nanti di kota-kota lain. Kami sudah nyambung juga ke Kalimantan,” kata Agus.
IndiHome
IndiHome memiliki paket layanan web murah bernama Eznet, yang hanya menyasar beberapa wilayah..
Dilansir dari laman resmi, Telkomsel membanderol paket Eznet dengan kecepatan web 10Mbps adalah Rp150.000/bulan untuk wilayah Jawa dan Bali, Rp170.000/bulan untuk wilayah Sumatra, dan Rp200.000/bulan untuk wilayah Papua, Maluku, Sulawesi, Kalimantan, dan Nusa Tenggara. Harga belum termasuk PPN.
EZnet by way of Telkomsel tersedia di seluruh wilayah Indonesia yang sudah mengadakan jaringan fastened broadband milik Telkomsel dengan mengacu pada kebijakan ketentuan house yang berlaku dari Telkomsel untuk ketersediaan layanan EZnet by way of Telkomsel.
Pekerja IndiHome
Biznet
Paket Biznet House termurah saat ini adalah Biznet House 0D yang harganya mulai dari Rp175.000 in line with bulan untuk kecepatan hingga 65 Mbps. Biznet berkomitmen mendukung aktivitas virtual seperti bekerja dan belajar dari rumah.
Pada Juli 2025, Presiden Direktur & CEO Biznet, Adi Kusma, mengatakan layanan web Biznet ini ditawarkan untuk sejumlah wilayah kota kecil. Perusahaan belum memiliki rencana untuk menyediakan layanan di kisaran harga Rp100.000 in line with bulan secara nasional, untuk menghadapi persaingan yang makin ketat.
Meski demikian, Adi mengakui jika ada penyedia layanan yang mampu memberikan kualitas baik dengan harga Rp100.000, maka pelanggan tentu akan merasa lebih puas.
“Bagi Biznet, kualitas layanan tetap menjadi prioritas utama dalam memberikan layanan kepada pelanggan,” kata Adi kepada Bisnis.